BisnisPeristiwa

Profira Clinic Kenalkan XERF di Surabaya: Teknologi Dual Monopolar RF Berstandar Internasional

33
×

Profira Clinic Kenalkan XERF di Surabaya: Teknologi Dual Monopolar RF Berstandar Internasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Meningkatnya tren perawatan estetika nonbedah mendorong hadirnya inovasi yang tidak hanya mengutamakan hasil, tetapi juga kenyamanan dan keamanan pasien. Menjawab kebutuhan tersebut, Profira meluncurkan XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency yang diklaim mampu memberikan efek lifting dan tightening dalam satu kali perawatan tanpa tindakan bedah maupun masa pemulihan (downtime).

Teknologi terbaru tersebut diperkenalkan dalam acara Exclusive Launching Profira XERF di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat (17/7), yang dihadiri dokter estetika, media, dan tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Profira juga menghadirkan sesi edukasi mengenai perkembangan teknologi radio frequency di bidang estetika serta demonstrasi penggunaan XERF.

Director of Profira Clinic, dr. Ruth Julyana, mengatakan kehadiran XERF merupakan bagian dari komitmen Profira menghadirkan teknologi estetika berstandar internasional yang mengedepankan efektivitas sekaligus kenyamanan pasien. “Kami bangga menjadi salah satu klinik di Indonesia yang menghadirkan Profira XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency terbaru yang menjadi langkah besar dalam perjalanan inovasi Profira. Kehadiran teknologi ini semakin memperkuat komitmen kami sebagai klinik estetika yang selalu menghadirkan teknologi terkini dengan standar internasional,” ujarnya.

Menurut dr. Ruth, berbeda dengan teknologi radio frequency konvensional yang bekerja pada satu kedalaman jaringan, XERF mengombinasikan dua frekuensi sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz, sehingga mampu menjangkau dua lapisan kulit dalam satu kali tindakan. Frekuensi 6,78 MHz bekerja pada lapisan dermis untuk merangsang pembentukan kolagen sekaligus membantu memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit.

Sementara frekuensi 2 MHz bekerja lebih dalam hingga mencapai lapisan Superficial Musculo Aponeurotic System (SMAS), yaitu lapisan jaringan penyangga wajah yang menjadi target utama dalam prosedur facelift. Kombinasi keduanya memungkinkan efek pengencangan dan pengangkatan kulit diperoleh secara bersamaan. “Melalui Profira XERF, kami ingin menghadirkan solusi perawatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern akan treatment yang efektif dengan downtime minimal. Kami percaya inovasi terbaik bukan sekadar menghadirkan teknologi tercanggih, tetapi juga memberikan hasil yang optimal, pengalaman treatment yang nyaman, serta meningkatkan kepercayaan diri setiap pasien,” katanya.

Selain mengedepankan efektivitas, teknologi ini juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan selama prosedur berlangsung. XERF dilengkapi Real Time Energy and Temperature Monitoring dengan lima sensor yang menjaga suhu kulit berada pada kisaran 38–43 derajat Celsius, sehingga energi radio frequency dapat dihantarkan secara optimal tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman berlebihan. Teknologi tersebut juga memiliki Cooling Effect yang diklaim hingga 12 kali lebih kuat dibanding perangkat monopolar radio frequency konvensional. Sistem pendingin ini berfungsi melindungi permukaan kulit saat energi disalurkan ke lapisan yang lebih dalam, sehingga prosedur tetap nyaman bagi pasien.

Menurut dr. Ruth, XERF telah mengantongi sertifikasi Food and Drug Administration (FDA) dan telah digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Perawatan menggunakan XERF berlangsung relatif singkat, sekitar 45 menit, tanpa memerlukan anestesi maupun masa pemulihan. Setelah tindakan, pasien dapat langsung kembali beraktivitas dan menggunakan riasan ringan. Meski demikian, pasien tetap disarankan menghindari penggunaan make-up berat serta paparan sinar matahari berlebih selama satu hingga dua hari pertama.

Efek pengencangan umumnya mulai terlihat segera setelah tindakan, sedangkan hasil optimal berkembang dalam waktu tiga hingga enam bulan seiring proses pembentukan kolagen baru.

Perawatan ini dapat mulai dilakukan sejak usia 25 tahun sebagai langkah pencegahan penuaan dini, dengan hasil yang umumnya lebih optimal pada pasien berusia di bawah 40 tahun karena kemampuan regenerasi kolagen masih baik.

XERF juga dapat diaplikasikan pada berbagai area wajah, mulai dari brow lift, pipi, rahang, leher, hingga membantu mengurangi tampilan double chin. Namun, dr. Ruth menegaskan kondisi kulit pasien tetap menjadi faktor penting sebelum menjalani treatment. Kulit yang mengalami iritasi, luka, kemerahan, jerawat berat, maupun kondisi medis tertentu perlu ditangani terlebih dahulu agar energi radio frequency dapat bekerja secara maksimal.
Untuk mempertahankan hasil perawatan, treatment XERF umumnya cukup dilakukan sekitar dua kali dalam setahun, atau setiap sembilan bulan sesuai kondisi kulit masing-masing. Ia menegaskan prosedur ini tidak menimbulkan ketergantungan sehingga penghentian treatment tidak akan merusak kondisi kulit.

Pada kesempatan yang sama, Profira juga menghadirkan program Mid Year SALE yang berlangsung pada 20–27 Juli 2026. Program tersebut menawarkan berbagai promo khusus untuk sejumlah layanan unggulan, termasuk treatment XERF, sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi estetika terbaru yang dihadirkan klinik tersebut.

Melalui peluncuran XERF, Profira berharap masyarakat memiliki pilihan perawatan anti-aging nonbedah yang lebih aman, nyaman, dan efektif. Kehadiran teknologi ini sekaligus mempertegas komitmen Profira untuk terus menghadirkan inovasi estetika berstandar internasional yang mengutamakan hasil klinis, keamanan, serta kualitas pelayanan bagi setiap pasien. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *