Reni Astuti Berharap Jembatan Sawunggaling Bisa Jadi Ikon Baru dan Untungkan Warga Sekitar

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menghadiri peresmian Jembatan Sawunggaling dan Terminal Intermoda Joyoboyo pada Sabtu sore (1/5/2021).

Peresmian dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi. Agenda bertempat di Jl. Raya Wonokromo Surabaya.

Jembatan yang digagas dan mulai dibangun saat akhir periode Risma menjabat Walikota Surabaya ini menghabiskan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) hingga 39 Miliar. Nilai ini tergolong besar mengingat proses pengerjaanya bersamaan ketika memasuki awal masa pandemi.

Jembatan Sawunggaling, jelas Reni, merupakan jembatan ketiga yang  dibangun sejak masa pemerintahan Walikota Risma selama dua periode memimpin.

“Selama bu Risma menjabat, total ada tiga jembatan yang telah dibangun, diantaranya Jembatan Suroboyo berlokasi di Bulak, Kenjeran yang dibangun dengan APBD 208 an  Miliar, Jembatan Ujung Galuh di Ngagel hasil kerjasama CSR Swasta senilai 15 an Miliar, dan Jembatan Sawunggaling Wonokromo yang dibangun menggunakan APBD 39 an Miliar,” imbuhnya.

Bagi Reni, pembangunan Jembatan Sawunggaling yang menelan biaya cukup besar ini perlu menjadi perhatian khusus. Pasalnya, proses penyelesaian bersamaan dengan awal masa pandemi terjadi sehingga mempengaruhi kondisi keuangan Pemkot.

“Meski sempat tertunda karena refocusing anggaran untuk pandemi, kini proses pelunasan oleh Pemkot telah selesai. Harapan saya hal ini bisa memberi efek yang signifikan, baik secara tujuan untuk mengoptimalkan terminal intermoda Joyoboyo, mengurai kemacetan maupun menumbuhkan sektor ekonomi masyarakat setempat, sehingga warga wonokromo harus yang pertama kali diuntungkan dari pembangunan Jembatan Sawunggaling ini, selama proses pembangunan warga Wonokromo yang merasakan langsung dampaknya”, ucapnya.

Salah satu pimpinan DPRD ini juga menyoroti Jembatan Sawunggaling yang memiliki potensi sebagai tempat ikonik dalam kota.

“Tentunya juga bisa menjadi spot tujuan di dalam kota karena secara estetika saya kira ini bagus dan banyak orang yang tertarik dengan keindahan jembatan ditambah dengan air mancur warna yang kian menambah keindahan Kota Surabaya di samping juga tentu tujuan utamanya adalah untuk mengoptimalkan terminal intermoda Joyoboyo dengan fasilitas tempat parkir yang bisa dimanfaatkan umum dan mengurai kemacetan di kawasan tersebut, saya berharap keberadaan jembatan ini mampu meningkatkan kesejahteraan warga Wonokromo,” ungkapnya.

Politisi perempuan PKS ini juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan  ini dapat menjadi tempat destinasi unggulan di wilayah Wonokromo dengan keterpaduan lokasi antara Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jembatan Sawunggaling, dan Terminal Joyoboyo.

“Dengan posisi strategis di daerah Wonokromo harapannya pembangunan ini mampu memberikan dampak serta kebermanfaatan besar khususnya bagi warga Wonokromo serta masyarakat Kota Surabaya secara umum,” tutup Reni. (q cox)

Reply