Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Reni Astuti Dorong KPU Gencarkan Sosialisasi

SURABAYA, (Suarapubliknews) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti, memprediksi jika tingkat pertisipasi pemilih di Surabaya dalam Pilkada yang bakal digelar 9 Desember mendatang bakal jeblok.

Menurut Reni, semestinya sosialisasi kampanye Pilkada di masa pandemi Covid-19 dilakukan pihak penyelengara (KPU,red) secara gencar dan melibatkan semua media, alat, dan perlengkapan kampanye. Tujuanya, kata dia, agar bisa mendongkrak tingkat partisipasi pemilih secara masif.

Menurutnya, rendahnya partisipasi pemilih di Pilkada Serentak yang hanya berselang 14 hari lagi ini sesuai dengan prediksi dari KPU Pusat yang menyebut bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Jawa Timur tergolong sangat rendah.

“Ini prediksi ya. Dari 19 Kabupaten/kota di Jawa Timur tingkat partisipasi pemilih berada di angka 67 persen “ ujarnya.

Namun, lanjut Reni dari angka yang kurang dari 70 persen tersebut tidak diperinci secara detail untuk masing-masing kabupaten/kota.

“Dari 19 Kabupaten/kota itu tidak disebutkan Surabaya berapa, kayaknya itu dirata-rata “ imbuhnya.

Atas kondisi tersebut politisi PKS ini mempertanyakan peran KPU dalam mensosialisasikan pelaksanaan pilkada kepada masyarakat.

“Karakter masyarakat itu bermacam-macam ada yang aktif ingin tahu dan mencari tahu, ada juga yang tidak mencari tahu “ paparnya.

Oleh karena itu, lajut Reni, harus ditegaskan bagaimana sosialisasi oleh KPU tentang pelaksanaan pilkada mendatang.

Reni pun menilai bahwa untuk saat ini sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Surabaya masih kurang.

“Harus ditingkatkan dan KPU tidak bisa sendirian harus melibatkan peran media “ pungkasnya. (q cox)

Reply