Jatim RayaOlahragaPeristiwa

Turnamen Domino Pelajar SIWO Kediri Raya Pecah Stigma, Siap Cetak Atlet Porprov 2027

66
×

Turnamen Domino Pelajar SIWO Kediri Raya Pecah Stigma, Siap Cetak Atlet Porprov 2027

Sebarkan artikel ini

KAB KEDIRI (Suarapubliknews) – Suasana berbeda terlihat di Gedung Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri, Minggu (24/5/2026). Puluhan pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kediri Raya tampak serius menyusun strategi, membaca pergerakan lawan, hingga mengatur ritme permainan dalam Turnamen Olahraga Domino Antarpelajar yang digelar SIWO PWI Kediri Raya bersama Pengcab ORADO Kota Kediri.

Turnamen perdana tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan. Domino mulai diposisikan sebagai olahraga intelektual berbasis prestasi yang diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan baru Kota Kediri menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Sebanyak 11 SMA/SMK sederajat ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung kompetitif dan sarat adu strategi. Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal bahwa domino mulai diterima di kalangan pelajar sebagai cabang olahraga yang menuntut kecerdasan, konsentrasi, serta mental bertanding yang kuat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, mengapresiasi inisiatif SIWO dan ORADO yang dinilai mampu membuka ruang positif bagi generasi muda. Ia juga mendorong lahirnya program DMS (Domino Masuk Sekolah) sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia pelajar.

“Domino bukan sekadar permainan biasa. Ini dapat menjadi aktivitas positif sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dukungan turut datang dari kalangan akademisi. Rektor UIN Syekh Wasil Kediri, Prof. Dr. H. Wahidul Anam, menyatakan komitmennya mendukung atlet domino berprestasi melalui peluang beasiswa hingga keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

“Olahraga domino memiliki nilai edukatif karena melatih kemampuan berpikir cepat, analisis, serta pengambilan keputusan dalam situasi penuh tekanan,” katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menilai domino memiliki potensi besar menjadi cabang olahraga unggulan baru Kota Kediri pada ajang Porprov Jatim 2027.
“Selama ini domino sering dipandang sebelah mata. Padahal, ini olahraga berbasis konsentrasi dan intelektual. Jika pembinaannya dilakukan secara profesional, stigma negatif itu akan hilang dengan sendirinya,” tegasnya.

Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedhi, menyebut turnamen ini sebagai tonggak awal lahirnya atlet-atlet domino pelajar di Kediri Raya. Menurutnya, kompetisi serupa perlu digelar secara rutin agar ekosistem olahraga domino terus berkembang dan mampu menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak bangku sekolah.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengcab ORADO Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, mengatakan pihaknya tengah fokus membangun citra domino sebagai olahraga kaum intelektual melalui pembinaan berkelanjutan di kalangan pelajar dan generasi muda.
“Domino harus naik kelas. Ini bukan sekadar permainan warung kopi, melainkan olahraga strategi yang membutuhkan kemampuan berpikir dan kecermatan tinggi,” ungkapnya.

Ketua Juri, Yudi Purwoko, menambahkan seluruh pertandingan berlangsung sportif dengan tensi persaingan yang sehat. Menurutnya, kemampuan para peserta cukup mengesankan karena mampu menampilkan strategi matang serta mental bertanding yang kuat.
“Banyak pertandingan berlangsung ketat. Para pelajar menunjukkan bahwa domino layak menjadi olahraga prestasi,” pungkasnya. (q cox, Iwan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *