MALANG (Suarapublikews) ~ Limbah kopi yang selama ini menjadi masalah lingkungan di Desa Sumberdem, Malang, kini mulai dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui program kolaborasi internasional.
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Kristen Petra (UK Petra) bekerja sama dengan Pemerintah Australia menghadirkan pelatihan pengolahan limbah kopi menjadi produk bernilai jual, seperti sirup cascara, teh, hingga arang.
Program ini didukung melalui skema Direct Aid Program (DAP) dari Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, dengan fokus pada pengelolaan limbah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Ketua tim Abdimas UK Petra, Togar Wiliater Soaloon Panjaitan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah kopi. “Kami ingin limbah kopi tidak lagi dianggap sebagai sisa produksi, tetapi menjadi peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mengolah Kulit kopi menjadi sirup cascara dan the, Ampas kopi menjadi arang bernilai ekonomi. Program ini juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam penguatan ekonomi desa.
Wakil Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Christine Bui, menyebut keterlibatan perempuan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. “Dengan melibatkan perempuan, program ini tidak hanya menciptakan produk baru, tetapi juga membuka sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Meski memiliki potensi ekonomi besar, pengembangan produk limbah kopi masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan alat dan akses pasar.
Untuk itu, UK Petra tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga menyiapkan pendampingan lanjutan, mulai dari: standarisasi produk, desain kemasan (branding), strategi pemasaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu produk lokal menembus pasar yang lebih luas.
Salah satu peserta pelatihan, Harjendra, mengaku mendapatkan wawasan baru dari program ini. “Selama ini kulit kopi hanya dibuang atau jadi pupuk. Sekarang bisa diolah jadi produk yang punya nilai jual. Ini peluang tambahan penghasilan bagi kami,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, UK Petra menargetkan terbentuknya ekosistem pengolahan kopi yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Program ini juga menjadi contoh bagaimana limbah pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pembangunan desa berbasis inovasi. (feb, tama dini)












