SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Memasuki hari kedua, Muslim Fashion Runway (MUFWAY) 2026 kembali menghadirkan peragaan busana yang menampilkan ragam interpretasi modest fashion dari sejumlah desainer. Masih dalam balutan tema “Exotic Jordan”, panggung MUFWAY kali ini diwarnai eksplorasi siluet elegan, detail bordir, hingga sentuhan tradisi yang diperbarui dengan pendekatan modern.
Founder MUFWAY, Dian Apriliana Dewi, menegaskan bahwa MUFWAY bukan sekadar ajang peragaan busana, melainkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri modest fashion. “MUFWAY kami hadirkan sebagai wadah bagi desainer untuk menampilkan identitas dan kekuatan karyanya. Kami ingin setiap koleksi yang tampil tidak hanya indah secara visual, tetapi juga membawa cerita dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Pada hari kedua, sejumlah desainer menghadirkan koleksi dengan karakter yang berbeda-beda. Nuansa Baju Kurung Hari Raya by Nila Purry, koleksi baju kurung bernuansa Hari Raya juga menjadi sorotan dalam peragaan hari kedua.
Menggunakan bahan sekuba premium dengan kombinasi sifon dan satin, serta detail payet tule, koleksi ini menggabungkan siluet tradisional dengan pendekatan kontemporer. Palet warna putih, biru, dan ungu soft mempertegas karakter lembut namun tetap mewah, selaras dengan suasana Ramadan dan Idulfitri.
Brand asal Surabaya, Lascada, untuk pertama kalinya tampil di panggung MUFWAY dengan koleksi modest wear Ramadan. Koleksi ini menonjolkan desain modern yang versatile dengan keunggulan pada detail bordir (embroidery) yang diproduksi di pabrik sendiri, menggunakan material seperti linen, tencel, dan bamboo. Ciri khas Lascada terletak pada detail bordir yang menjadi identitas kuat koleksi, sekaligus mempertegas arah modest wear yang fungsional namun tetap stylish.
Sementara itu, Tamer House menghadirkan koleksi bertajuk “Exclusive 25th TAMER HOUSE” sebagai penanda perjalanan 25 tahun di dunia mode pria. Koleksi ini mengusung konsep Elegant, Luxury, Timeless dengan delapan koleksi eksklusif yang merepresentasikan 44 model terbaru .
Material premium seperti sutra, mercerized fabric, hingga custom luxury cotton blend dipadukan dengan bordir modern dan sentuhan pola Nusantara. Siluet modern klasik menjadi benang merah yang mempertegas karakter busana pria yang elegan namun tetap relevan.
Desainer Lia Soraya menghadirkan koleksi “Calla Lily” yang terinspirasi dari bunga Calla Lily sebagai simbol keteguhan dan kemurnian perempuan. Koleksi ini memadukan motif floral dengan garis geometris modern, menghadirkan siluet A-line, trumpet, hingga asimetris yang ringan dan kontemporer.
Detail ilusi draping, plisket, serta bordir bunga 3D memperkaya dimensi visual koleksi. Material seperti organdi, linen, satin, lace, hingga semi-wool digunakan untuk menciptakan kesan ringan namun tetap eksklusif.
Melalui ragam koleksi yang tampil pada hari kedua, MUFWAY 2026 memperlihatkan bahwa modest fashion terus berkembang dengan pendekatan yang semakin beragam—mulai dari eksplorasi material, detail bordir, hingga pemaknaan simbolik dalam setiap rancangan.
Dian menambahkan, ke depan MUFWAY akan terus memperkuat perannya sebagai ruang kurasi dan pertumbuhan bagi desainer modest fashion Indonesia. “Kami ingin MUFWAY menjadi panggung yang konsisten menghadirkan kualitas, sekaligus mendorong modest fashion Indonesia semakin kuat di pasar nasional,” tutupnya. (q cox, tama dini)












