SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan ajang inovasi energi ramah lingkungan melalui Indonesia Chemical Reaction Car Competition (ICRCC) 2026 yang digelar di Gedung Pusat Robotika ITS.
Kompetisi tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Chemical Engineering Innovation Festival (Chernival) 2026 tersebut mempertemukan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk beradu inovasi mobil prototipe berbasis tenaga hasil reaksi kimia.
Chief Executive Officer Chernival 2026, Annisa Aniqah Rahmatillah, mengatakan kompetisi ini kembali digelar setelah terakhir berlangsung pada 2023. Menurutnya, ICRCC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan potensi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. “Reaksi kimia di sini diharapkan dapat menjadi tenaga ramah lingkungan dan bisa efektif serta efisien sebagai sumber energi,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, setiap tim diminta merancang mobil prototipe yang bergerak menggunakan energi dari reaksi kimia hasil inovasi masing-masing. Sebelum bertanding, peserta harus melalui sejumlah tahapan seperti kurasi finalis, voting poster dan video profil, presentasi, hingga inspeksi kendaraan.
Pada tahap Race Competition, mobil peserta diuji di lintasan sepanjang 15 meter dengan target berhenti di titik 9 meter. Selain jarak, tiap kendaraan juga harus mampu menyesuaikan beban yang telah ditentukan panitia. “Dibutuhkan kemampuan mobil untuk dapat berjalan setepat mungkin dengan pemberian jarak dan beban masing-masing yang telah ditentukan,” katanya.
Sebanyak 13 tim berhasil lolos ke tahap final dan bertanding langsung di arena kompetisi. Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga ITS sebagai tuan rumah. ITS sendiri menurunkan dua tim andalannya, yakni Spektronics 30 dan Spektronics 31.
Hasil akhir kompetisi menempatkan Spektronics 31 sebagai juara pertama, disusul Spektronics 30 di posisi kedua, dan Reactics Antrasena dari UGM di posisi ketiga. Capaian tersebut sekaligus membuat ITS kembali meraih gelar juara umum untuk kedua kalinya secara berturut.
ICRCC 2026 disebut menjadi bagian dari dukungan ITS terhadap pengembangan energi bersih dan inovasi teknologi berkelanjutan. Kompetisi ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang tidak berhenti di tingkat perlombaan saja. “Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan terus menjadi lebih baik,” tutupnya. (feb, tama dini)












