SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Universitas Kristen Petra melalui Petra Theatre menghadirkan pementasan teater berbahasa Inggris bertajuk “The Chain” yang mengangkat isu kekerasan dalam keluarga dan trauma psikologis pada remaja. Pementasan tersebut digelar di Blackbox Studio, Gedung Q lantai 7 Kampus UK Petra, Surabaya, pekan lalu dalam dua sesi pertunjukan pukul 11.00 WIB dan 17.00 WIB.
Melalui pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit itu, Petra Theatre mencoba menghadirkan ruang refleksi terkait dampak kekerasan keluarga yang sering tersembunyi dan jarang dibicarakan secara terbuka di masyarakat.
“The Chain” mengisahkan perjuangan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun bernama Andrew yang hidup dalam lingkungan keluarga angkat penuh tekanan dan kekerasan. Di tengah situasi tersebut, Andrew juga berusaha melindungi adik perempuannya agar tidak mengalami trauma serupa.
Pementasan ini terinspirasi dari meningkatnya perhatian publik terhadap kasus pelecehan seksual terhadap laki-laki yang sempat mencuat di Indonesia beberapa tahun terakhir. Petra Theatre menilai isu tersebut masih sering dipandang sebelah mata meskipun meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban.
Pimpinan Produksi The Chain, Shintia Adiningsih Wigati, mengatakan teater memiliki kekuatan untuk menyampaikan isu sosial yang sulit dibicarakan secara langsung. “Teater memiliki kekuatan unik untuk menjembatani isu sosial yang sulit dibicarakan secara langsung. Kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan mental dalam lingkaran keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pengalaman emosional yang mengajak penonton memahami tipisnya batas antara trauma, ketakutan, dan harapan untuk bebas dari kekerasan keluarga.
Usai pertunjukan, Petra Theatre juga menghadirkan sesi diskusi interaktif bersama psikolog UK Petra untuk membahas isu kesehatan mental serta cara memutus rantai trauma dalam keluarga. Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa lintas program studi di UK Petra yang berperan sebagai pemain sekaligus tim produksi.
Shintia menyebut proses produksi dilakukan cukup panjang. Audisi dimulai sejak Oktober 2025 dan dilanjutkan latihan intensif selama sekitar enam bulan untuk memastikan pesan pertunjukan tersampaikan maksimal kepada penonton.
Naskah original The Chain lahir dari kelas Craft of Playwriting di Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra yang mendorong mahasiswa menulis dan mengembangkan karya teater mereka sendiri.
Dari sekitar 40 karya yang dihasilkan dalam kelas tersebut, tiga naskah dipilih untuk diproduksi bersama Petra Theatre, termasuk The Chain. Selain The Chain, Petra Theatre juga menyiapkan sejumlah pertunjukan lain sepanjang 2026, yakni There Was This Girl, Controlled, dan Hui Jia. (feb, tama dini)












