NasionalPeristiwa

SIG Tumbuhkan 36 UMKM di Tuban, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

47
×

SIG Tumbuhkan 36 UMKM di Tuban, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan pertumbuhan yang inklusif. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan komitmen tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berhasil menumbuhkan 36 pelaku UMKM di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pengembangan UMKM tersebut berlangsung secara bertahap sejak 2022. Sebanyak 16 UMKM terbentuk pada 2022, disusul 15 UMKM pada 2023, serta lima UMKM baru sepanjang periode 2024–2025. Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“SIG percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing,” ujar Vita.

Program pemberdayaan yang dijalankan SIG menggunakan pendekatan end-to-end, mulai dari pelatihan keterampilan, penyediaan sarana produksi, hingga pendampingan pemasaran. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang menempatkan aspek sosial sebagai salah satu pilar pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Hasil pendampingan mulai dirasakan para pelaku usaha. Salah satunya Kusmiyatun, pelaku usaha olahan ikan asap di Desa Glondonggede. Ia mengaku bantuan yang diberikan SIG membuat tempat usahanya lebih layak sehingga mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus pendapatan usaha.

Tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, program tersebut juga berhasil memperluas akses pasar. Berbagai produk makanan ringan hasil binaan masyarakat kini telah dipasarkan di toko modern maupun pusat oleh-oleh di Kabupaten Tuban. Peningkatan pemasaran tersebut turut mendorong omzet pelaku UMKM hingga jutaan rupiah per bulan serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Menurut SIG, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis perusahaan. Sebagai BUMN penyedia solusi bahan bangunan, SIG terus mengintegrasikan program pemberdayaan sosial ke dalam strategi bisnis berkelanjutan agar manfaat perusahaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa. Desa Glondonggede pun diharapkan menjadi model pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *