SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kiprahnya di dunia otomotif internasional melalui peluncuran mobil formula terbaru Sapuangin Speed 8. Kendaraan hasil riset mahasiswa tersebut dipersiapkan untuk berlaga pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (SAE) Japan 2026 yang akan digelar pada awal Agustus mendatang.
Keikutsertaan tahun ini menjadi momen penting bagi Tim Sapuangin ITS karena menjadi penampilan perdana mereka di Formula SAE Japan sejak terakhir mengikuti kompetisi tersebut pada 2019.
Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengatakan pengembangan mobil formula tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam membangun karakter dan kemampuan bekerja dalam tim.
“Melalui riset ini, mahasiswa belajar membentuk tim dan mengelola waktu. Sebuah pelajaran berharga yang tidak akan ditemui di dalam kelas. Lakukan yang terbaik, jaga kekompakan di negeri orang, dan mari kita kibarkan bendera Indonesia di sana,” ujarnya.
Dosen pembimbing Tim Sapuangin ITS, Dr. Ir. Witantyo, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini menjadi ajang pembuktian bagi tim setelah persiapan yang dilakukan secara intensif selama beberapa bulan.
Menurutnya, tantangan di Formula SAE Japan cukup berat karena sebagian besar peserta mendapat dukungan dari manufaktur otomotif besar. Sementara itu, Tim Sapuangin mengandalkan mesin berkapasitas 250 cc, yang relatif lebih kecil dibandingkan kompetitor.
Namun, keterbatasan tersebut diantisipasi melalui pengembangan desain kendaraan yang lebih lincah sehingga mampu beradaptasi dengan karakter sirkuit Formula Student yang didominasi tikungan teknikal. “Dengan sirkuit Formula Student yang didesain berliku, kelemahan akselerasi itu akan kami tutupi melalui bodi kendaraan yang dibuat serincah mungkin di lintasan,” jelasnya.
Generasi kedelapan mobil formula ITS ini membawa sejumlah pembaruan signifikan dibandingkan pendahulunya. Tim melakukan perombakan pada desain aerodinamika dengan menghadirkan front wing dan rear wing baru untuk meningkatkan performa kendaraan di lintasan.
Selain itu, konstruksi sasis dirancang ulang dari awal, disertai penggunaan tipe mesin yang berbeda serta penyempurnaan geometri sistem suspensi guna meningkatkan stabilitas dan kemampuan manuver.
General Manager ITS Team Sapuangin, Chandra Iksan Suryana, mengatakan seluruh pengembangan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap performa mobil pada kompetisi sebelumnya sekaligus masukan dari jaringan alumni Tim Sapuangin.
“Kami menghadapi tantangan besar karena harus bersaing dengan tim-tim internasional yang jauh lebih berpengalaman. Namun, kami melihat ini sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan riset mahasiswa ITS di tingkat dunia,” katanya.
Untuk meningkatkan efisiensi performa, tim juga memanfaatkan material composite carbon fiber pada bodi kendaraan. Penggunaan material ringan tersebut diharapkan mampu mengurangi bobot mobil sekaligus menghasilkan downforce yang lebih optimal sehingga kendaraan lebih responsif saat bermanuver.
Melalui pengembangan Sapuangin Speed 8, ITS tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional, tetapi juga terus mendorong penguatan riset dan inovasi di bidang teknologi otomotif. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan solusi rekayasa yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus mendukung kemajuan industri otomotif nasional. (feb, tama dini)












