Jatim RayaPeristiwa

Emil Dardak: Mahasiswa Baru ITS Harus Jadi Pejuang Kedaulatan Teknologi Indonesia

73
×

Emil Dardak: Mahasiswa Baru ITS Harus Jadi Pejuang Kedaulatan Teknologi Indonesia

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi generasi yang mampu menguasai dan mengembangkan teknologi guna memperkuat kemandirian bangsa. Menurutnya, mahasiswa ITS memiliki peran strategis sebagai pejuang kedaulatan teknologi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan inovasi global.

Pesan tersebut disampaikan Emil saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru ITS di GOR Pertamina ITS, Surabaya. Menurut Emil, memasuki perguruan tinggi bukan sekadar memulai perjalanan akademik, tetapi juga menjadi awal pengabdian untuk membangun masa depan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Mahasiswa baru ITS bukan hanya calon insinyur, ilmuwan, atau profesional. Kalian adalah pejuang kedaulatan teknologi Indonesia. Di tangan kalian, masa depan inovasi bangsa ditentukan, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta teknologi,” tegasnya.

Ia mengatakan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, adaptif, dan kreatif agar dapat menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan solusi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

Emil menilai ITS telah menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang melahirkan berbagai inovasi di bidang teknologi maritim, energi, transportasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga transformasi digital. Tradisi inovasi tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh para mahasiswa baru.

Menurutnya, kedaulatan teknologi tidak hanya diukur dari kemampuan menciptakan produk inovatif, tetapi juga dari keberhasilan membangun kemandirian bangsa melalui riset, kolaborasi, serta hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk belajar tanpa henti, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang berdampak,” ujarnya.

Selain kemampuan akademik, Emil juga mengingatkan pentingnya membangun karakter, integritas, kepemimpinan, serta semangat gotong royong. Menurutnya, perkembangan teknologi harus selalu diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Mengakhiri pembekalannya, Emil mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa baru ITS sekaligus mengajak mereka memanfaatkan setiap kesempatan belajar untuk mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“Selamat datang di ITS. Jadilah generasi yang berani bermimpi besar, berkarya tanpa batas, dan menjadi pejuang kedaulatan teknologi yang membawa Indonesia semakin maju, mandiri, dan disegani di dunia,” pungkasnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *