NasionalPeristiwa

Dr. Timothy Astandu Raih Rekor MURI, Jadi Orang Indonesia Pertama Kunjungi 197 Negara Berdaulat

37
×

Dr. Timothy Astandu Raih Rekor MURI, Jadi Orang Indonesia Pertama Kunjungi 197 Negara Berdaulat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Dr. Timothy Astandu mencatatkan namanya dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak”. Ia menjadi warga negara Indonesia pertama yang berhasil mengunjungi seluruh 197 negara dan wilayah berdaulat yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan Brasil menjadi destinasi penutup perjalanan pada Mei 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pendiri MURI, Jaya Suprana, di Gedung Jaya Suprana Institute, Jakarta Utara, pekan lalu. Dalam momen tersebut, Timothy didampingi istri dan ibundanya yang disebut menjadi sosok pertama yang menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia perjalanan.

“Secara khusus saya mengajak ibu saya untuk menerima penghargaan dari MURI. Karena beliaulah yang telah menurunkan hobi menjelajah ini, dimulai dari kunjungan ke negara Jerman saat saya berusia satu tahun. Sayangnya, karena usia dan kesehatan, ibu saya berhenti setelah mencapai negara ke-87, dan saya yang berhasil melanjutkan semangatnya menuntaskan seluruh negara di dunia,” ujarnya.

Sebelum memperoleh pengakuan dari MURI, Timothy juga telah mendapat pengakuan dari tiga organisasi perjalanan internasional, yakni Travelers’ Century Club (TCC), NomadMania, dan Most Traveled People (MTP).

Dalam kesempatan tersebut, alumni University of Oxford dan University of Cambridge itu juga menepis anggapan bahwa paspor Indonesia memiliki keterbatasan untuk menjelajahi dunia. Menurutnya, paspor Indonesia justru memiliki keunggulan diplomatik yang memungkinkan pemegangnya mengunjungi seluruh negara berdaulat.

“Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju, memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia,” katanya.

Timothy menjelaskan, pengalaman bertemu dan berdialog dengan masyarakat dari berbagai negara menjadi inspirasi lahirnya Populix, perusahaan konsultasi berbasis riset yang didirikannya bersama dua rekannya pada 2018. Saat ini ia menjabat sebagai CEO sekaligus Co-founder perusahaan tersebut. Menurutnya, berbagai perspektif yang ditemui selama perjalanan memperkuat keyakinannya akan pentingnya riset yang mampu merepresentasikan suara masyarakat secara akurat.

Meski harus membagi waktu antara memimpin perusahaan dan menjelajah dunia, Timothy mengaku selalu memanfaatkan akhir pekan maupun hari libur untuk melakukan perjalanan. “Saya harus pintar membagi waktu. Saya harus memutar otak agar perjalanan saya efisien. Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi. Namun, saya sangat menikmati dan mensyukurinya. Karena semangat menjelajah dan rasa ingin tahu terhadap manusia inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Populix,” ungkapnya.

Usai menuntaskan perjalanan ke seluruh negara berdaulat di dunia, Timothy kini menargetkan menjadi orang Indonesia pertama yang mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia serta menaiki 200 maskapai penerbangan berbeda. Saat ini ia masih harus mengunjungi enam provinsi, terutama di Papua, serta mencoba sekitar delapan maskapai lagi. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *