JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Kekayaan Indonesia tidak selalu harus diperkenalkan melalui kuliner, kain tradisional, atau kerajinan. Bagi Secret Garden, karakter alam dan pengalaman Indonesia juga dapat diterjemahkan melalui sesuatu yang lebih personal: aroma.
Brand lokal yang berawal dari Secret Garden Village di Bali pada 2016 tersebut mengembangkan produk wellness dan personal care dengan menjadikan alam serta budaya Indonesia sebagai bagian dari identitasnya. Pendekatan itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai racikan wewangian modern.
Pemilik Secret Garden, Billy Hartono Salim, mengatakan kekayaan lokal tidak harus selalu hadir dalam bentuk parfum yang secara eksplisit menggunakan konsep tradisional Indonesia. Menurutnya, karakter alam dan pengalaman yang dekat dengan Indonesia dapat diterjemahkan menjadi aroma yang lebih universal. Pandangan tersebut menjadi bagian dari filosofi Secret Garden, “Inspired by Earth, Made for You”, yang berupaya membawa karakter Indonesia ke dalam bahasa fragrance modern.
Sejumlah produknya mengambil inspirasi dari lanskap dan pengalaman yang berbeda. Frangipani Allure, misalnya, terinspirasi dari Bali, sementara Coastal Breeze membawa karakter kawasan pesisir. Ada pula Ethereal Woods yang terinspirasi dari kesejukan hutan serta Blue Horizon yang mengambil gambaran kejernihan udara pagi di dataran tinggi.
Bagi generasi muda, wewangian kini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan. Aroma dapat menjadi bagian dari self-expression yang berubah mengikuti suasana hati, aktivitas, maupun persona seseorang.
Secret Garden merespons perubahan tersebut dengan menyediakan pilihan aroma dan ukuran yang beragam. Filosofi “Scent Embraced by Time” menggambarkan bagaimana sebuah aroma dapat berkembang bersama pemakainya sekaligus berinteraksi dengan memori dan emosi.
Produk-produknya menggunakan fragrance oils, plant-based alcohol, serta mengikuti standar IFRA, dengan klaim performa aroma hingga 12 jam. Namun, cerita lokal Secret Garden tidak hanya berhenti pada bahan inspirasi. Perjalanan brand tersebut juga berkaitan dengan masyarakat di sekitar lokasi awalnya di Bedugul, Bali.
Billy mengatakan, sejak awal Secret Garden ingin membuka alternatif mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. “Saat ini, ekosistemnya telah memberdayakan sekitar 800 orang sebagai bagian dari tim Secret Garden,” katanya.
Perkembangan bisnis fragrance juga menghadirkan tantangan tersendiri ketika masuk ke ranah digital. Konsumen tidak dapat mencium aroma secara langsung melalui layar, sehingga pengalaman mengenal produk harus dibangun melalui berbagai bentuk konten.
Secret Garden memanfaatkan sejumlah fitur di Shopee, mulai dari Shopee Affiliate Program dan Shopee Video hingga Shopee Live. Menurut Billy, konsumen awalnya dapat menemukan produk melalui konten afiliator atau video, kemudian memperoleh informasi lebih lengkap melalui sesi live sebelum akhirnya melakukan transaksi dalam ekosistem yang sama.
Pendekatan tersebut turut mendukung pertumbuhan transaksi Secret Garden. Billy menyebut partisipasi dalam sejumlah kampanye belanja Shopee, seperti Big Ramadan Sale, 9.9 Super Shopping Day, 11.11 Big Sale, hingga 12.12 Birthday Sale, pernah menghasilkan peningkatan penjualan hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.
Dalam kampanye tersebut, Secret Garden menghadirkan sejumlah special exclusive launching, antara lain Reed Diffuser White Blossom, Valley Dew dan High Tea; Extrait de Parfum Tobacco Drift dan Oudiom; serta Essence Diffuser Home Garden, Frangipani, Serenitea dan Day Dream.
Selain melalui kanal digital, konsumen juga dapat mengenal aroma Secret Garden secara langsung dalam Secret Garden Paracentalia – The Scentuitive Journey, yang berlangsung 17–30 Agustus 2026 di Central Park Mall dengan Shopee sebagai exclusive official online partner.
Bagi Secret Garden, perjalanan tersebut menjadi bagian dari ambisi yang lebih besar: membawa produk Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga memiliki tempat di pasar internasional.
Billy mengatakan Secret Garden mulai menjajaki sejumlah negara untuk memperluas pasar. Harapannya, ketika konsumen luar negeri mengenal brand tersebut, mereka sekaligus dapat mengenal sebagian cerita Indonesia melalui karakter aromanya, inspirasi alam, kualitas produk, dan perjalanan brand yang tumbuh dari Bali.
Di tengah semakin personalnya cara orang memilih wewangian, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa identitas lokal dapat hadir dalam bentuk yang lebih modern—bahkan melalui sesuatu yang tidak terlihat, tetapi bisa melekat kuat dalam ingatan: aroma. (feb, tama dini)












