BisnisNasional

BEI Gelar Public Expose Live 2026, Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Informasi Emiten

98
×

BEI Gelar Public Expose Live 2026, Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Informasi Emiten

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) kembali menyelenggarakan Public Expose Live (Pubex Live) 2026 sebagai wadah bagi perusahaan tercatat untuk berinteraksi langsung dengan investor, media, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BEI dalam memperkuat keterbukaan informasi sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Pada tahun ini, Public Expose Live digelar dalam dua periode. Periode pertama berlangsung pada 9–11 Juni 2026 secara daring melalui Zoom Webinar dan menghadirkan delapan perusahaan tercatat dari berbagai sektor industri. Sementara periode kedua dijadwalkan berlangsung pada paruh kedua 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Pasar Modal Indonesia.

BEI menilai keterbukaan informasi yang berkualitas merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan pasar modal yang sehat, efisien, dan kompetitif. Karena itu, berbagai inisiatif terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pasar, mulai dari penguatan transparansi data, perluasan partisipasi investor, hingga peningkatan porsi saham beredar di publik atau free float pada perusahaan tercatat.

Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, mengatakan bahwa akses terhadap informasi yang akurat dan tepat waktu menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas informasi yang tersedia bagi investor serta mendorong penerapan praktik keterbukaan yang sejalan dengan standar global guna memperkuat kepercayaan dan kredibilitas pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fahmi, Public Expose Live menjadi sarana yang mempertemukan manajemen perusahaan secara langsung dengan investor sehingga berbagai perkembangan bisnis dapat disampaikan secara terbuka dan komprehensif. Melalui forum tersebut, perusahaan dapat memaparkan kinerja terkini, strategi bisnis, rencana pengembangan usaha, hingga berbagai informasi material lainnya yang relevan bagi investor.

“Dengan tersedianya informasi yang lebih lengkap dan mudah diakses, investor diharapkan memiliki referensi yang lebih kuat dalam mengambil keputusan investasi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia,” katanya.

Pada hari pertama pelaksanaan, investor dapat mengikuti paparan dari PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO). Selanjutnya pada hari kedua, presentasi akan diisi oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), serta PT Argo Pantes Tbk (ARGO). Sementara pada hari terakhir, agenda menghadirkan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK).

Melalui paparan tersebut, investor berkesempatan memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan usaha masing-masing perusahaan, termasuk strategi yang diterapkan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan industri saat ini.

BEI memandang Public Expose Live sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), khususnya pada aspek transparansi dan akuntabilitas. Ketersediaan informasi yang merata bagi seluruh investor diharapkan mampu menciptakan mekanisme pasar yang lebih efisien dan berkeadilan.

Selain itu, penyelenggaraan Public Expose Live juga sejalan dengan implementasi perubahan Peraturan Bursa Nomor I-A beserta surat edaran yang menyertainya. Melalui program ini, BEI tidak hanya menjalankan fungsi pengaturan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pelaku pasar agar penerapan ketentuan baru dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal.

BEI berharap perusahaan tercatat semakin aktif membangun komunikasi dengan investor dan publik. Keterbukaan informasi yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, serta mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Melalui penguatan keterbukaan informasi, kami optimistis pasar modal Indonesia akan semakin dipercaya oleh investor dan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat global,” tutup Fahmi. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *