SURABAYA (Suarapubliknews) ~ PT BYD Motor Indonesia memperkuat ekspansi kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Jawa Timur dengan meresmikan tiga dealer baru di sela penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026 di Pakuwon Mall Surabaya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas akses layanan sekaligus mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Tiga dealer yang diresmikan yakni BYD HAKA Gresik, BYD HAKA Madiun, dan BYD HAKA Banyuwangi. Dengan tambahan tersebut, BYD kini telah memiliki enam dealer yang beroperasi di Jawa Timur dan berencana menambah lebih dari sepuluh dealer baru di berbagai kota di provinsi ini dalam beberapa waktu mendatang.
Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan energi baru karena memiliki karakter mobilitas yang dinamis sebagai pusat perdagangan, industri, dan aktivitas ekonomi di kawasan timur Indonesia.
“Karakter mobilitas masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur, sangat beragam. Karena itu kami percaya teknologi perlu dirasakan secara langsung agar masyarakat dapat memahami bagaimana inovasi kendaraan energi baru dapat menjawab berbagai kebutuhan penggunaan sehari-hari, mulai dari mobilitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh atau medan yang cukup menantang,” ujarnya.
Menurut Luther, setelah memperoleh respons positif di Jakarta, Medan, dan Semarang, Surabaya dipilih sebagai kota berikutnya dalam rangkaian BYD Tech Culture Fest 2026 untuk mendekatkan teknologi kendaraan energi baru kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih interaktif.
Selain menghadirkan berbagai lini kendaraan listrik dan teknologi Dual Mode (DM), festival tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami teknologi yang menjadi fondasi pengembangan kendaraan BYD.
Hingga saat ini, BYD didukung lebih dari 100 jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh kendaraan, tetapi juga memperluas akses terhadap layanan purna jual, penyediaan suku cadang, hingga fasilitas servis yang lebih dekat dengan konsumen.
Luther menjelaskan, penguatan jaringan dealer di Jawa Timur merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem kendaraan energi baru yang semakin matang.
“Melalui ekspansi jaringan yang terus berlanjut, kami ingin memberikan rasa percaya diri kepada pelanggan bahwa dukungan layanan akan selalu tersedia di setiap tahap perjalanan kepemilikan kendaraan,” katanya.
Selain memperluas jaringan, BYD juga menghadirkan berbagai pengalaman interaktif melalui Technology Zone yang memperkenalkan teknologi Blade Battery, e-Platform, hingga Dual Mode (DM). Pengunjung dapat mempelajari cara kerja teknologi tersebut melalui berbagai instalasi edukatif yang didampingi product expert.
Festival juga menghadirkan area Test Ride B5 Obstacle yang memungkinkan pengunjung merasakan kemampuan kendaraan melintasi berbagai rintangan, seperti tanjakan curam, jalur tidak rata, hingga lintasan jungkat-jungkit menggunakan DENZA B5.
Sementara di area Test Drive, masyarakat dapat mencoba langsung berbagai model kendaraan BYD, antara lain BYD M6 DM, BYD M6, BYD Dolphin, BYD Seal, BYD Sealion 7, BYD Atto 3, DENZA D9, serta DENZA B5 dalam simulasi penggunaan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, BYD juga mengumumkan hasil BYD M6 DM Media Challenge Surabaya yang menguji efisiensi kendaraan pada rute Surabaya–Prigen–Surabaya sejauh sekitar 150 kilometer.
Berdasarkan hasil pengujian, peserta mencatat biaya penggunaan kendaraan mulai Rp256 per kilometer, Rp248 per kilometer, hingga Rp181 per kilometer, dengan konsumsi bahan bakar berkisar 0,2 hingga 2,5 liter sepanjang perjalanan.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami memperkenalkan teknologi Dual Mode sebagai solusi pelengkap dalam ekosistem elektrifikasi BYD di Indonesia. Hasil uji coba menunjukkan efisiensi yang sangat baik sehingga semakin memperkuat keyakinan kami bahwa teknologi DM mampu menjadi solusi mobilitas yang efisien dan relevan bagi masyarakat Jawa Timur,” terangnya.
Selain menampilkan teknologi kendaraan, BYD Tech Culture Fest Surabaya juga dikemas sebagai festival terbuka yang memadukan inovasi otomotif dengan budaya lokal melalui area kuliner, aktivitas keluarga, serta berbagai kegiatan komunitas.
Setelah Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya, rangkaian BYD Tech Culture Fest 2026 akan terus berlanjut ke sejumlah kota lain di Indonesia sebagai bagian dari upaya BYD memperluas literasi masyarakat mengenai kendaraan energi baru sekaligus memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan di Tanah Air. (feb, tama dini)












