JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan fiskal yang mampu menjaga iklim investasi sekaligus mendorong daya saing industri.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Selain menjadi pembicara utama pada GIAC, Menteri Keuangan juga melakukan pertemuan dengan jajaran GAIKINDO untuk membahas sejumlah isu strategis yang dinilai memengaruhi perkembangan industri otomotif nasional.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan pemerintah menunjukkan perhatian besar terhadap berbagai tantangan yang dihadapi industri otomotif.
“Pak Menteri Keuangan menyampaikan antusiasmenya terhadap industri otomotif Indonesia dan menyatakan kesiapan beliau untuk mendukung berbagai upaya yang dapat memastikan pertumbuhan industri ini. Beliau juga memberikan perhatian penuh terhadap isu-isu yang berkaitan langsung dengan Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Salah satu isu yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebijakan perpajakan kendaraan listrik, khususnya terkait wacana penerapan pajak kendaraan listrik berbasis baterai di Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Anton, Menteri Keuangan menegaskan kebijakan perpajakan daerah harus tetap selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat agar tidak mengganggu percepatan adopsi kendaraan listrik maupun kepastian investasi di sektor otomotif.
“Keselarasan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi penting untuk menjaga kepastian pasar sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan kendaraan ramah lingkungan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap keberlangsungan industri pembiayaan (leasing) yang selama ini menjadi salah satu penopang utama penjualan kendaraan di Indonesia.
Maraknya kasus kredit bermasalah yang disertai hilangnya unit kendaraan dinilai meningkatkan risiko perusahaan pembiayaan. Kondisi tersebut berdampak pada semakin ketatnya penyaluran kredit dan meningkatnya uang muka kendaraan yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan regulasi yang memberikan perlindungan hukum sekaligus kepastian fiskal bagi perusahaan leasing agar ekosistem pembiayaan kendaraan tetap sehat dan mampu mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Usai mengikuti GIAC, Menteri Keuangan juga meninjau area pameran GIIAS 2026 selama lebih dari dua jam. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat berbagai perkembangan teknologi otomotif sekaligus mencoba sejumlah kendaraan yang dipamerkan oleh peserta.
Anton menilai kehadiran para pejabat pemerintah di GIIAS menunjukkan besarnya perhatian negara terhadap perkembangan industri otomotif Indonesia. “Kami sangat bersyukur atas kehadiran para pejabat negara dan para pemangku kepentingan selama penyelenggaraan GIIAS tahun ini. Ini menjadi bukti bahwa industri otomotif Indonesia mendapatkan perhatian besar dan memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Melalui penyelenggaraan GIIAS 2026, GAIKINDO berharap kolaborasi dengan pemerintah semakin kuat guna menciptakan iklim usaha otomotif yang lebih kondusif, kompetitif, dan berkelanjutan. (feb, tama dini)












