Dinas Perdagangan Pemkab Kediri Gelar Sosialisasi Revitalisasi Pasar Bendo

KEDIRI (Suarapubliknews) – Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri menggelar musyawarah dengan para pedagang dan pemilik kios Pasar Bendo, terkait program revilatisasi tahap pertama tahun 2018.

“Dalam musyawarah ini kami berharap agar ada saran serta masukan dari para pedagang dan pemilik kios sebelum di lakukan relokasi,” Plt Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih kepada Suarapubliknews.net, Selasa (22/1/2019)

Menurut Tutik, dari data lelang Revitalisasi Pasar Bendo tahap pertama dengan sumber dana dari APBD Tahun 2018, nilai pagu Rp 2.099. 297.000,-, namun estelah melalui proses lelang ditetap harga penawaran Rp 2.045.500.000, – sebagi pemenang.

“Untuk pemenang lelang di tahun 2018 adalah PT Putra Harapan yang beralamat Desa Bangsongan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri,” Jelasnya.

Tutik menuturkan, bahwa Revitalisasi terhadap pasar Bendo yang berada di Jalan Soekarno Hatta Desa Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ini bertujuan agar pasar tradisional yang selama ini dianggap kumuh menjadi pasar yang bersih dan nyaman

“Tujuan Revitalisasi adalah suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan sebuah pasar tradisional menjadikan lebih vital,” tuturnya.

Dia juga menegaskan jika program revitalisasi Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri akan terus melakukan beberapa proses dan tahapannya dengan melakukan ulasan-ulasan (Riview) sebelum melanjutkan ke tahap kedua di tahun 2019

“Terkait revitalisasi, Dinas Perdagangan akan terus melakukan komunikasi secara intens dengan para pedagang dan pemilik kios agar dalam relokasi nanti tidak ada masalah yang muncul dikemudian hari,” tegasnya.

Tutik berharap, dengan sosialisasi ini diharapkan agar terjadi kesepakatan sejak awal dengan semua pedagang serta pemilik kios, maka diperlukan komunikasi yang baik.

“Sebanyak 35 Pedagang serta Pemilik kios yang akan dilakukan relokasi ke tempat semi permanen di jalan Pabrik Rokok Apache meliputi para pedagang konfeksi, mainan dan pedagang kebutuhan pokok,” pungkasnya. (q cox, Iwan)

Reply