Finish Terdepan Tim Sapuangin ITS Juarai DWC di London

SURABAYA (Suarapubliknews.net) – Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akhirnya berhasil meraih juara pertama di ajang bergengsi tingkat internasional Shell Eco Marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018 di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris.

General Manager Tim Sapuangin ITS, Rafi Rasyad mengungkapkan rasa bahagianya setelah timnya berhasil menjuarai kompetisi adu cepat mobil hemat energi ini. Setelah sempat mengalami kegagalan pada dua tahun berturut-turut. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa,” katanya..

Dengan tanpa henti mengucap syukur, ia merasa kerja keras tim dan dosen pembimbing selama berbulan-bulan terbayar sudah. Ia juga merasa bahagia karena dapat mempersembahkan prestasi terbaik, tidak hanya untuk almamater ITS melainkan juga untuk Indonesia.

Ia mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh banyak pihak, baik moril maupun materiil. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Shell Indonesia atas dukungan penuh untuk Tim Sapuangin ITS hingga mobil kami menjadi mobil tercepat dan hemat energi di dunia,” sambung Rafi.

Sebelum dinyatakan menang, Tim Sapuangin sempat dinyatakan gagal oleh panitia panitia tiba-tiba menyatakan ITS baru menyelesaikan sembilan lap. Padahal, terdapat 10 lap yang semestinya harus dilampaui. Alhasil, Sapuangin melorot posisinya hingga ranking 9.

Manajer Nonteknis Tim Sapuangin ITS, Billy Firmansyah menceritakan merasa dicurangi, Tim Sapuangin pun melancarkan protes ke panitia. “Dalam protes, kami sertakan data dan video yang merekam selama lomba berlangsung,” terangnya.

Seteah panitia berdiskusi dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada, akhirnya saat awarding di akhir acara, trofi Juara I DWC 2018 berhasil dibawa pulang Tim Sapuangin ITS.

Di ajang balap mobil hemat energi ini, wilayah Asia diwakili oleh tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan mobilnya Sapuangin, juga ada tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ketiga tim andalan Indonesia tersebut berhasil meraih tiket menuju grandfinal DWC 2018 di London, setelah menjadi tiga tercepat dalam final DWC Asia 2018 yang dihelat usai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura, Maret lalu. Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia. (q cox, Tama Dinie)

Reply