Gubernur Khofifah Tinjau Perkembangan Pembangunan Museum & Galeri SBY-Ani

PACITAN, (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali gowes   sembari menyampaikan pesan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 kepada masyarakat berseiring dengan pemulihan ekonomi masyarakat.

Giliran daerah pesisir selatan di Jatim, Kabupaten Pacitan, yang menjadi lokasi Gubernur Khofifah bersama instansi vertikal antara lain seperti  Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jatim,  Kanwil BPN, BPJS Ketenagakerjaan, Bulog dan sebagainya  untuk gowes sosialisasi dan edukasi Covid-19.

Dalam kegiatan ini Gubernur Khofifah aktif membagikan masker di sejumlah titik. Seperti Pasar Minulyo, serta singgah di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) untuk meninjau stand Kampung UMKM Goes Digital.

Tidak hanya itu, selagi gowes di Pacitan, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri bersama rombongan untuk meninjau lokasi Museum & Galeri SBY-Ani Yudhoyono. Museum dan galeri ini sudah mencapai progres pembangunan 33 persen.

“Menurut kordinator pembangunan, museum ini ditarget akan rampung Maret 2021. Kita tentu berterima kasih pada Bapak SBY sebagai Presiden RI ke VI memilih Pacitan untuk mendirikan museum dan galeri SBY-Ani. Saya optimistis bahwa ini akan menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan, yang dampaknya akan mengungkit ekonomi Pacitan,” katanya.

Tak lupa, Gubernur Khofifah mengajak rombongan dan warga Pacitan untuk berkirim doa untuk almarhumah Ani Yudhoyono agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. SWT. Lebih lanjut, gubernur yang juga mantan Menteri Sosial RI ini mengungkapkan bahwa gowes kali ini adalah dalam rangka Gowes Pemulihan Ekonomi.

Karenanya, kehadiran para pemimpin lembaga veritkal di Jatim ini, merupakan salah satu kunci keberseiringan antara menggerakkan ekonomi sekaligus mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Jadi seperti di kegiatan sebelumnya, sebagian besar yang ikut adalah para pelaku  perbankan baik HIMBARA maupun bank Jatim. Ada Kanwil BI, Kanreg OJK, Dirut Bank Jatim, Dirut Bank UMKM, HIMBARA  hingga Kanwil BPN. Dan memang di tengah pandemi Covid-19 ini sinergitas dan kolaborasi  ini adalah sebuah kebutuhan,” ungkap Khofifah.

 

Dalam rangka pemulihan ekonomi, berbagai stimulus telah diberikan baik oleh pemerintah pusat maupun Pemprov, berupa BLT, BNPT, Bantuan Subsidi Upah, hingga Banpres-PUM yang diberikan pada usaha mikro.

 

Bukan itu saja, stimulus perbankan seperti kemudahan pengajuan kredit dan relaksasi kredit. Dimana, bantuan ini sama-sama bertujuan untuk membantu dan mengurangi beban dampak Covid-19 bagi masyarakat yang terdampak.

 

“Kami berharap semua ini bisa menjadi komplementer dari seluruh layanan sosial ekonomi kita. Yang tentunya harapannya adalah bisa meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir,” tandas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

 

Ke depan, diharapkan tidak hanya Bank Jatim, Bank UMKM Jatim saja yang terus bersinergi, melainkan juga Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), antara lain Bank Mandiri, Bank BNI, maupun bank lainnya. Hal ini penting, karena peran perbankan sangat diperlukan dalam rangka pemulihan ekonomi di Jatim, utamanya dalam hal pemulihan ekonomi  rakyat.

 

Terkait pengendalian covid-19, secara khusus Gubernur Khofifah memberikan apresiasi kepada jajaran Pemkab dan Forkopimda  Pacitan serta seluruh tenaga medisnya karena jumlah kasus penyebaran dan kematian Covid-19 di Pacitan termasuk yang terendah di Jatim. Secara khusus, pihaknya juga berterimkasih atas komitmen masyarakat sebagai garda terdepan dalam disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

Dimana, berdasarkan data per tanggal 17 Oktober total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Pacitan sebanyak 178 orang. Dengan kasus aktif 40 orang, sembuh 134 orang, dan meninggal 4 orang, sehingga mortality rate nya hanya 2,25 persen.

 

“Terimakasih pada jajaran Pemkab Pacitan, tenaga medis dan paramedis, TNI/POLRI atas segala upayanya dalam menangani Covid-19. Serta masyarakatnya yang telah terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Yang terpenting adalah masyarakatnya sehat, ekonomi sehat, masyarakatnya selamat dan ekonominya juga selamat,” urainya.

 

Pada gowes kali ini, Gubernur Khofifah dengan mengenakan  kaos hitam bertuliskan “Pakai Masker” warna biru bersama rombongan menempuh jarak 7,4 km. Dengan, mengambil start dari Pendopo Kab. Pacitan, kemudian singgah di Pasar Minulyo, kemudian meninjau pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani Yudhoyono, serta singgah di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) untuk meninjau stand Kampung UMKM Goes Digital. (q cox, tama dinie)

Reply