JAKARTA (Suarapubliknews) ~ IdeaFest 2026 kembali hadir pada tahun ke-15 penyelenggaraannya dengan mengusung tema “ReHumanize”, sebuah ajakan untuk menempatkan kembali manusia sebagai pusat inovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Festival kreatif tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) dengan menghadirkan inovator, kreator, entrepreneur, hingga pemimpin industri dari berbagai sektor mulai dari film, musik, fashion, teknologi, politik, F&B, olahraga, hingga budaya populer.
Co-chair IdeaFest, Desy Bachir, mengatakan tema “ReHumanize” lahir sebagai respons terhadap perubahan besar yang dibawa AI dalam kehidupan manusia. “Tema ‘ReHumanize’ merupakan sebuah gerakan kolektif yang relevan di tengah percepatan teknologi saat ini. Kami percaya bahwa di balik setiap inovasi, harus selalu ada nilai kemanusiaan sebagai fondasi,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kualitas manusia seperti empati, intuisi, kreativitas, dan pemahaman budaya justru menjadi keunggulan yang tidak dapat digantikan mesin.
IdeaFest menilai perkembangan AI kini semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Mengacu pada studi PwC Indonesia, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI dalam aktivitas profesional selama setahun terakhir dan 16 persen di antaranya memanfaatkan teknologi tersebut setiap hari. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan pentingnya pendekatan teknologi yang lebih human-centered agar inovasi tetap relevan bagi kebutuhan manusia.
Indosat Ooredoo Hutchison turut mendukung IdeaFest 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemanfaatan AI yang lebih inklusif dan berdampak bagi masyarakat.
SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, mengatakan teknologi seharusnya memperkuat potensi manusia, bukan menggantikannya. “Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, kreativitas dan koneksi antar manusia justru menjadi semakin penting. AI seharusnya memperluas potensi manusia, bukan mengambil alih perannya,” ujarnya.
Indosat menilai IdeaFest menjadi ruang relevan untuk mempertemukan kreativitas, teknologi, dan kolaborasi lintas industri dalam membentuk masa depan digital yang lebih inklusif.
Sebagai bagian dari penyegaran acara, IdeaFest 2026 menghadirkan program baru bertajuk JKTGO SUPER CRAZY FESTIVAL hasil kolaborasi dengan JKT GO. Program tersebut berupa bazar kurasi yang menghadirkan lebih dari 200 brand lokal sebagai wadah pengembangan pelaku usaha kreatif Indonesia.
Co-Founder JKT GO, Ian Eryanto Wongso, mengatakan konten yang berdampak selalu memiliki kedekatan budaya dan emosi dengan masyarakat. “Melalui IdeaFest Picks, kami ingin menghadirkan pengalaman yang meaningful dan relevan dengan kehidupan masyarakat untuk menjaga koneksi autentik di tengah dunia digital yang serba cepat,” katanya.
Founder Creative Prompt sekaligus salah satu pembicara IdeaFest, Patrick Effendy, menilai tantangan terbesar saat ini bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi memahami bagaimana teknologi dapat memberikan nilai nyata bagi manusia. “Inovasi harus dimulai dari masalah manusia, bukan teknologi itu sendiri, karena kreativitas, intuisi, dan pengambilan keputusan tetap menjadi keunggulan yang tidak tergantikan,” ujarnya.
Melalui tema “ReHumanize”, IdeaFest berharap dapat mendorong perubahan cara pandang industri kreatif bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan manusia. (feb, tama dini)












