Jatim RayaOlahraga

KONI Jatim Dorong Ice Skating Tampil di Porprov, Bidik PON hingga Olimpiade Musim Dingin

71
×

KONI Jatim Dorong Ice Skating Tampil di Porprov, Bidik PON hingga Olimpiade Musim Dingin

Sebarkan artikel ini

 

SURABAYA (Suarapubliknews) – Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur resmi memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus menampilkan kemampuan puluhan atlet muda dalam ajang unjuk bakat di OCA Ice Skating Arena Surabaya, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal FISI Jatim dalam membangun kekuatan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga ajang internasional.

Dalam kesempatan tersebut, para atlet menampilkan nomor figure skating dan short track speed skating yang menjadi andalan pembinaan FISI Jatim. Kehadiran jajaran Pengurus KONI Jawa Timur dan Pengurus Pusat FISI menunjukkan dukungan serius terhadap perkembangan olahraga musim dingin di provinsi ini.

Ketua Harian FISI Jawa Timur, Sondang AprilIa Siahaan, mengatakan kepengurusan yang mulai aktif sejak Mei 2026 fokus pada pembinaan dan penjaringan atlet baru dari berbagai daerah. “Tujuan utama kami hari ini adalah menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki bibit-bibit potensial yang ke depan diharapkan mampu menembus ajang Porprov hingga PON dua tahun mendatang,” ujar Sondang.

Upaya pengembangan tersebut mendapat respons positif dari KONI Jawa Timur. Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar cabang olahraga ice skating dapat masuk dalam agenda Porprov, setidaknya sebagai cabang ekshibisi.

“Saya upayakan ice skating dipertandingkan di Porprov, minimal dalam bentuk ekshibisi. Ini penting untuk memperkenalkan cabang olahraga ini sekaligus mendorong keterlibatan atlet-atlet muda di Jawa Timur,” kata Nabil.

Saat ini pembinaan atlet masih terpusat di Surabaya karena keterbatasan fasilitas arena es di daerah lain. Meski demikian, FISI Jatim telah mulai menjaring potensi atlet dari sejumlah wilayah seperti Sidoarjo, Gresik, Banyuwangi, dan Malang. Hingga kini tercatat sekitar 40 atlet figure skating dan 15 atlet short track speed skating yang mengikuti program pembinaan.

Untuk mempercepat proses regenerasi, FISI Jatim menerapkan strategi kolaborasi dengan komunitas olahraga sepatu roda. Menurut Sondang, para atlet sepatu roda memiliki modal dasar kecepatan dan keseimbangan yang sangat membantu dalam proses adaptasi ke lintasan es.

“Kalau mencari atlet dari nol tentu membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu kami menggandeng atlet sepatu roda yang sudah memiliki kemampuan dasar kecepatan dan teknik gerak yang baik,” jelasnya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Dalam waktu sekitar satu bulan latihan, sejumlah atlet yang berasal dari cabang sepatu roda mampu menunjukkan perkembangan signifikan di atas arena es. “Mereka bisa beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan performa yang luar biasa. Padahal mereka juga tetap menjalani latihan fisik di klub sepatu roda masing-masing,” tambah Sondang.

Nabil menilai perkembangan tersebut menjadi indikator positif bagi masa depan ice skating Jawa Timur.
“Ini memang atlet pemula, tetapi kualitas penampilannya tidak seperti pemula. Potensinya sangat besar dan bisa menjadi modal penting menuju PON 2028,” ujarnya.

Menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pra-PON 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang, KONI Jatim bersama FISI mulai memetakan kekuatan dan peluang prestasi. Dari total 11 nomor perlombaan yang dipertandingkan, sembilan nomor berasal dari sektor short track yang dinilai sangat potensial dikembangkan melalui atlet-atlet berlatar belakang sepatu roda.

Selain itu, KONI Jatim juga mendorong Pengurus Pusat FISI untuk menurunkan batas usia minimal atlet agar proses pembibitan dapat dilakukan lebih dini.
Sementara itu, Ketua Umum PP FISI, Suzan Herawati, menilai Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung atlet nasional. Menurutnya, disiplin short track speed skating merupakan sektor yang paling berpeluang membawa Indonesia bersaing di level dunia.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang short track. Saya melihat Jawa Timur mempunyai peluang yang sangat besar untuk melahirkan skater yang mampu lolos hingga ke Winter Olympic,” ungkap Suzan.

Ia menambahkan, Indonesia telah memiliki rekam jejak prestasi yang cukup baik di kawasan Asia Tenggara, termasuk meraih medali perak pada SEA Games. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, peluang untuk menembus panggung internasional dinilai semakin terbuka bagi atlet-atlet muda Jawa Timur. (q cox, Rzl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *