BisnisNasional

Laba Bersih FIF Tembus Rp2,37 Triliun pada Semester I 2026, Pembiayaan Tumbuh 7,07 Persen

118
×

Laba Bersih FIF Tembus Rp2,37 Triliun pada Semester I 2026, Pembiayaan Tumbuh 7,07 Persen

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Federal International Finance (FIF) membukukan laba bersih sebesar Rp2,37 triliun pada Semester I 2026, meningkat 4,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp25,43 triliun, atau naik 7,07 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Seiring dengan kenaikan nilai pembiayaan, jumlah unit yang dibiayai FIF juga meningkat menjadi sekitar 1,70 juta unit hingga Juni 2026. Capaian tersebut menunjukkan permintaan masyarakat terhadap berbagai layanan pembiayaan perseroan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.

Presiden Direktur FIF, Indra Gunawan, mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang disediakan perusahaan.

“Bagi FIF, pertumbuhan ini menjadi refleksi dari kepercayaan masyarakat serta konsumen setia yang terus meningkat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dan adaptif dengan kebutuhan di tengah kondisi perekonomian yang dinamis. Ke depan, FIF akan terus memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan agar dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kontribusi kinerja tersebut berasal dari seluruh portofolio bisnis FIF, yakni FIFASTRA untuk pembiayaan sepeda motor Honda, SPEKTRA untuk pembiayaan elektronik, gawai, dan perabot rumah tangga, DANASTRA untuk pembiayaan multiguna, FINATRA yang melayani pembiayaan mikro produktif bagi pelaku UMKM, serta AMITRA untuk pembiayaan syariah haji dan umrah.

Dari sisi aset, Net Service Asset (NSA) FIF tercatat sebesar Rp55,57 triliun, meningkat 11,79 persen dibandingkan Semester I 2025. Sementara itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) Nett berada di level 0,28 persen, yang dinilai masih mencerminkan kondisi pembiayaan yang sehat dan terkendali.

Indra menambahkan, FIF akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas layanan serta perluasan akses pembiayaan yang lebih inklusif agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Upaya tersebut kami fokuskan pada penguatan kualitas layanan dan perluasan akses pembiayaan yang inklusif, sehingga dapat terus memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *