Legislator PDIP Hadang Satpol PP Surabaya Saat Gelar Razia PKL Genteng

SURABAYA (Suarapubliknews) – Anas Karno Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya spontan berang saat sejumlah petugas Satpol PP melakukan razia terhadap pedagang kaki lima yang akan berjualan di jalan Genteng Sidomukti, samping Gedung Siola, Surabaya. Senin (23/13/3019).

Menurut Anas Karno, peristiwa tersebut terjadi di latar belakangi salah satu anggota Satpol PP yang bersikap arogan terhadap PKL yang akan berjualan kembali pasca proyek pavingnisasi selesai.

“Ini pedagang mau jualan kembali, kok malah di larang. Khan aneh,” kata politisi asal Fraksi PDIP ini.

Padahal, kata Anas, sesuai hasil kesepakatan saat hearing di Komisi B beberapa waktu lalu, PKL boleh berjualan kembali setelah proyek pavingnisasi selesai. Jadi pedagang ingin kembali berdagang.

“Padahal Mereka (PKL) patuh terhadap kesepakatan. Yakni jualan pakai gerobak, tidak permanen. Selain itu, tidak menganggu pejalan kaki,”ungkapnya.

Untuk itu, politisi asal PDI Perjuangan ini akan memanggil kembali masing – masing pihak untuk dengar pendapat di Komisi B. Rencananya, dalam waktu dekat, kalau tidak ada halangan setelah hari Raya Natal.

“saya panggil pedagang dan Satpol PP untuk dengar pendapat di komisi B,”ujar Anas

Perlu diketahui, hasil hearing dengan komisi B, Rabu (27/11/2019) lalu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya Lutfiyah mengatakan, setelah pavingisasi para PKL diperbolehkan berdagang kembali dengan beberapa syarat. Seperti gerobaknya tidak permanen dan jam berjualan dibatasi mulai pukl 06.00 hingga 18.00.

Selain itu, lokasi harus bersih dan tidak mengganggu masyarakat setempat. Dan tidak mengganggu mobil pemadam kebakaran masuk. (q cox)

Reply