Peristiwa

Mahasiswa Tata Boga UAB Tampilkan 68 Kreasi Kuliner Nusantara dalam Gelar Cipta Karya

66
×

Mahasiswa Tata Boga UAB Tampilkan 68 Kreasi Kuliner Nusantara dalam Gelar Cipta Karya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga (PVKK) konsentrasi Tata Boga Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya menampilkan puluhan kreasi makanan dan minuman Nusantara dalam kegiatan Gelar Cipta Karya Angkatan 2022 yang digelar di Kampus UAB Surabaya. Mengusung tema “MBG (Menu Bergizi dengan Gaya): Refined Roots, A Fine Dining Exploration of Fusion Nusantara Cuisine”, kegiatan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mengolah kuliner tradisional Indonesia dalam konsep fine dining yang lebih modern dan kreatif.

Ketua Program Studi PVKK UAB, Dr. Yunus Karyanto, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis kompetensi yang memadukan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta kemampuan berinovasi di bidang tata boga. “Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bermakna bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan perencanaan menu, pengolahan bahan pangan, penataan hidangan, kerja sama tim, manajemen waktu, komunikasi, hingga tanggung jawab profesional,” ujarnya.

Menurut Yunus, tema yang diangkat tahun ini memiliki makna penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan hidangan yang menarik secara visual, tetapi juga memperhatikan nilai gizi, cita rasa, teknik pengolahan, estetika penyajian, serta kekayaan budaya kuliner Indonesia. “Konsep fine dining Nusantara menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa untuk mengangkat potensi pangan lokal dan warisan kuliner bangsa ke dalam penyajian yang lebih modern, elegan, dan bernilai tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja maupun dunia usaha kuliner. “Kami berharap lulusan tidak hanya siap menjadi tenaga pendidik, tetapi juga mampu berkontribusi di industri kuliner dan bidang kewirausahaan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor Universitas Adi Buana, Dr. Untung Lasiyono, M.Si menjelaskan bahwa Gelar Cipta Karya merupakan bagian dari kurikulum yang wajib ditempuh mahasiswa vokasional pada semester akhir.

“Ini merupakan bagian dari kurikulum PVKK. Pada tahap akhir, mahasiswa vokasional menampilkan karya terbaiknya sebagai bentuk implementasi kompetensi yang telah dipelajari sejak semester awal hingga semester delapan,” ujarnya. Menurutnya, seluruh menu yang ditampilkan berasal dari kekayaan kuliner Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali. Mahasiswa ditantang mengolah makanan tradisional menjadi sajian yang lebih menarik dari sisi komposisi, penyajian, hingga kemasan tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Kita memiliki banyak makanan khas Nusantara. Melalui kegiatan ini mahasiswa menunjukkan bahwa makanan tradisional Indonesia dapat disajikan secara lebih kreatif dan menarik tanpa kehilangan cita rasa serta karakter budayanya,” katanya. Selain menjadi ajang unjuk kompetensi mahasiswa, kegiatan tersebut juga dihadiri orang tua mahasiswa, sekolah mitra, sponsor, serta pelaku industri yang berkesempatan melihat langsung hasil karya mahasiswa. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, UAB juga menggelar kompetisi plating makanan yang diikuti siswa SMA dan SMK dari Surabaya dan Sidoarjo.

Kompetisi tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah sekaligus mendorong kreativitas generasi muda di bidang tata boga. “Melalui kegiatan ini kami ingin membangun sinergi dengan sekolah-sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar terus mengembangkan kreativitas dan kompetensinya di bidang kuliner,” jelasnya. Ketua Panitia Gelar Cipta Karya, Dimas Bagus Prihadi Soebroto, menjelaskan tema MBG merupakan plesetan dari program Makanan Bergizi Gratis yang kemudian dikembangkan menjadi Menu Bergizi dengan Gaya.

“Di sini kami mengangkat konsep makanan Nusantara yang disajikan dengan gaya fine dining. Jadi ada keterbaruan dalam plating, penyajian, dan pengalaman menikmati makanannya,” ujarnya. Sebanyak 17 mahasiswa peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Masing-masing diwajibkan menyajikan empat jenis hidangan yang terdiri dari appetizer, main course, dessert, dan beverage, sehingga total terdapat sekitar 68 menu yang dipamerkan. Konsep kuliner yang diangkat berfokus pada kekayaan budaya Jawa dan Bali.

Untuk wilayah Jawa, peserta mengeksplorasi makanan khas Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sementara Bali dipilih sebagai representasi kuliner daerah yang memiliki karakter kuat dan kedekatan budaya dengan Jawa. Menurut Dimas, tantangan terbesar dalam mengubah makanan tradisional menjadi sajian fine dining adalah mempertahankan identitas rasa di tengah tuntutan penyajian yang lebih modern dan elegan. “Makanan Indonesia itu kompleks. Ada karbohidrat, bumbu, dan berbagai elemen pendukung lainnya.

Tantangannya bagaimana membuat plating yang menarik tanpa menghilangkan cita rasa khasnya,” katanya. Melalui kegiatan tersebut, UAB juga membuka peluang pengembangan karya mahasiswa ke arah kewirausahaan. Sejumlah produk yang ditampilkan dinilai memiliki potensi untuk dipasarkan secara lebih luas karena memiliki kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. “Kami tidak hanya membekali mahasiswa untuk menjadi guru, tetapi juga memberikan kemampuan kewirausahaan. Harapannya lulusan mampu menjadi entrepreneur bahkan mengembangkan industri kuliner sendiri di masa depan,” pungkas Rektor UAB. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *