Natalampion, Pohon Natal Terbuat Dari 358 Lampion China

SURABAYA (Suarapubliknews) – Selalu ada yang unik saat menyambut perayaan natal di Perpustakaan UK Petra. Setelah tahun lalu menyajikan pohon natal dari kurungan ayam, kali ini 358 lampion membentuk pohon setinggi 7,5 meter.

Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, S.IIP mengatakan kenapa memilih lampion dikerenakan menyesuaikan dengan tema natal universitas yaitu dari negara China, maka dipilihlah bahan lampion.

“Pohon NataLampion ini terdiri dari 358 lampion berwarna merah dan kuning yang berdiameter 20-50 centimeter, Dibutuhkan waktu kurang lebih seminggu untuk membuat ponon natal yang cantik ini,” katanya.

Lampion berwarna merah menunjukkan semangat, antusiasme, kebahagiaan dan keberuntungan, sedangkan warna kuning melambangkan kesetiaan, kesungguhan dan kesucian. Lampion ini sendiri identik dengan perayaan tahun Baru Imlek bagi masyarakat etnis Tionghoa.

“Artinya ada harapan di tahun yang baru. Sehingga ketika Kristus lahir ke dunia agar semua orang memiliki pengharapan dan optimis akan keselamatan kekal dengan bersungguh-sungguh dan setia kepadaNya. Warna nyala merah lampion ini menjadi simbol sebuah kebahagiaan dan pengharapan di tahun yang akan datang,” terang Dian.

Pohon NataLampion mengingatkan akan pengharapan hakiki di dalam Yesus Kristus. Kelahiran Kristus Sang Penebus membawa pengharapan pengampunan dosa bagi umat manusia, kematian dan kebangkitanNya membawa pengharapan akan janji keselamatan karena Yesus Kristus bangkit untuk menyediakan tempat bagi yang percaya kepadaNya di dalam kerajaan surga. (q cox, Tama Dinie)

Reply