Pantau Perkembangan Anak Alami Gizi Buruk, Reni Astuti Dampingi Pengobatannya di RSUD BDH

SURABAYA (Suarapubliknews) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti kembali menyempatkan diri untuk menjenguk Danrian Setya Pratama (8) pada Sabtu (15/8) saat masih suasana libur lebaran.

Kedatangan pimpinan dewan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya pada Senin (10/5) lalu saat membantu mengurus administrasi kependudukan Andri, sapaan akrab Danrian, agar bisa mendapat penanganan medis lebih lanjut tanpa kendala biaya.

Andri saat ini tengah dirawat di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Meski masih terbaring, saat ditemui Andri terlihat lebih tenang dan wajahnya segar, ini berbeda dengan kondisi saat dirumah yang rewel dan sering mengeluh kesakitan.

Reni bersyukur melihat kondisi Andri yang saat ini karena menurut laporan medis rumah sakit, kesehatannya berangsur-angsur membaik dan menunjukan kemajuan positif.

“Alhamdulillah berkat penanganan dan perawatan yang baik di RSUD BDH yang turut membantu proses pepemulihan Andri agar bisa semakin cepat sembuh, Andri tampak nyaman dan sudah bisa respon saat diajak bicara” jelasnya.

Sambil mengucapkan selamat Idul Fitri, Reni juga menghibur Andri dan mensupport orang tuanya agar sabar putranya dirawat di RS dulu sambil menyampaikan ketika Andri sudah pulih dan dinyatakan boleh pulang dari RSUDH Bhakti Dharma Husada, kebutuhan asupan gizi si anak perlu terus diperhatikan.

“Saat Andri sudah lebih sehat dan juga diperkenankan untuk keluar rumah sakit, nantinya Puskesmas di daerah tempat Andri tinggal diminta agar bisa mendampingi untuk memantau asupan kebutuhan gizi bagi Andri,” tambahnya.

Menurut penuturan ibundanya, Ngateminah, saat ini kaki Andri sudah bisa digerakan meski belum bisa secara leluasa bergerak dan masih terbaring.

“Pelan-pelan kakinya sekarang sudah bisa bergerak walaupun saat diluruskan masih belum bisa,” terang Reni kepada media ini.

Menurut politisi perempuan PKS ini, Ngateminah juga mengucapkan terima kasih kepada politisi perempuan PKS ini yang telah membantu Andri sehingga anaknya bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Kami awalnya bingung mau berobat karena anak saya belum tercantum di KK Surabaya, terima kasih banyak saya sampaikan atas bantuan bu Reni sehingga Andri kini bisa memperoleh penanganan dan perawatan di rumah sakit,” ucapnya.

Reni menyampaikan bahwa banyak pihak yang perhatian dan membantu penanganan anak gizi buruk yang ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang peduli baik pengurus kampung, tokoh masyarakat setempat serta warga dan pengurus aparat kecamatan Sukomanunggal yang sigap bantu layani warganya, juga pengurus Pemuda Pancasila Sukomanunggal yang turut mengantar Andri ke RS” jelas Reni.

Setelah dipantau dari hasil rekam medis, otot kaki Andri mengalami pengecilan sehingga tidak mampu menopang beban tubuhnya. Tenaga medis yang menangani Andri menyampaikan bahwa kondisinya semakin membaik. Saat ini Andri tengah menjalani penanganan medis lanjutan agar kondisinya bisa pulih terlebih dahulu.

“Untuk penanganan terkini, Andri akan menjalani fisioterapi dan ke depannya akan direhab demi memantau sekaligus melakukan pendampingan terkait kebutuhan asupan gizi dari si anak agar bisa tercukupi. Mengenai perawatan kaki Andri juga menunjukan kemajuan karena pelan-pelan terlihat sudah bisa digerakan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Reni Astuti turut didampingi oleh Direktur RSUD BDH dan Kasi Keperawatan. Ia meminta penjelasan tahapan-tahapan yang telah dan akan dilakukan oleh Rumah Sakit dan berharap semua berjalan lancar.

“Bu Betty selaku Direktur RSUD BDH tadi menyampaikan bahwa sudah menjadi tugasnya memberikan pelayanan terbaik kepada semua pasien, semoga semua berjalan lancar anak ini bisa sehat dan tercukupi gizinya dan orangtuanya lega bahagia,” tutup Reni. (q cox)

Reply