Pemprov Jatim Kirim Bantuan 1.900 Warga yang Terdampak Covid-19 Di Jabodetabek

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan penyisiran terhadap warganya yang ada di kawasan Jabodetabek. Berdasarkan deteksi dari radar bansos Pemprov Jatim per hari ini ada sebanyak 1.900 warga yang ada di Jabodetabek, tertahan tidak bisa mudik dan terdampak secara ekonomi karena covid-19.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan oleh karena itu Pemprov Jatim mengirimkan bantuan berupa sembako dan juga mengirimkan uang bansos sebesar Rp 200.000 per bulan pada 1.900 warga Jatim terdampak covid-19 yang ada di Jabodetabek. Total nilai bantuan sembako yang dikirimkan ke Jabodetabek adalah 1.900 paket sembako dan uang jaring pengaman sosial atau bansos senilai Rp 372,6 juta.

“Pemberangkatan bantuan paket sembako ini adalah untuk warga Jawa Timur di Jabodetabek, yang kondisinya mereka kini tak mudik dan ekonominya terdampak covid-19, maka kita ingin memberikan sapaan dalam bentuk sembako dan juga bansos senilai Rp 200 ribu per bulan, yang kami berikan sampai tiga bulan,” katanya.

Bantuan sebanyak 1.900 paket bantuan sembako tersebut diberangkatkan menggunakan truk fuso untuk dikirim menuju Jabodetabek. Nantinya sembako itu akan disalurkan bagi penerima yang sudah terdata di Pemprov Jatim.

Kalaksa BPDB Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono, sebanyak 1.900 warga Jatim yang ada di Jabodetabek tersebut 347 orang di antaranya adalah warga di Jabodetabek yang mendaftar dalam radar bansos.

Kemudian sebanyak 1.553 orang lainnya adalah warga Jatim yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban perantau di Jabodetabek. Misalnya paguyuban pedagang soto, pedagang sate, yang terkomunikasikan masih bertahap di sana.

“Pesan dari ibu gubernur adalah setiap mereka disalurkan bantuan uang senilai Rp 200 ribu per bulan, dalam tiga bulan ke depan, kemudian juga ditambahi dengan sembako 5 kg beras, gula pasir, satu liter minyak goreng dan juga telur sepuluh butir dan 10 bungkus mie,” katanya.

Jika masyarakat yang belum terdaftar dalam radar bansos namun ternyata membutuhkan intervensi dari Pemprov maka akan terus disisir Pemprov Jatim dan diberikan bantuan yang dibutuhkan.

Pemberangkatan sembako dan uang bantuan senilai Rp 200.000 untuk 1.900 warga Jatim di Jabodetabek hari ini adalah bulan pertama. Dan masih akan dilakukan di bulan kedua dan ketiga. “Saat ini Pemprov Jatim memberikan bantuan pada warga kita yang ada di Jabodetabek karena mereka kini tidak bisa mudik, dan sedang dalam penerapan PSBB,” lanjut Suban.

Selain memberikan bantuan pada warga Jatim yang ada di luar provinsi, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan yang sama bagi warga non KTP Jatim dan sedang ada di Jatim dan terdampak covid-19. (q cox, tama dinie)

Reply