BisnisNasional

Penjualan SIG Tembus 15 Juta Ton hingga Mei 2026, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Penopang

64
×

Penjualan SIG Tembus 15 Juta Ton hingga Mei 2026, Pasar Domestik dan Ekspor Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan pertumbuhan penjualan positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Di tengah tantangan industri semen nasional, perusahaan berhasil membukukan volume penjualan sebesar 15,09 juta ton, meningkat 4,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 14,46 juta ton.

Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan domestik yang naik 9,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), terutama dari segmen semen kantong yang melonjak 11,9 persen. Kinerja tersebut sekaligus menunjukkan efektivitas strategi transformasi bisnis yang terus dijalankan perusahaan dalam menjaga daya saing di tengah persaingan industri bahan bangunan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi pengelolaan pasar yang lebih terarah hingga tingkat mikro, sehingga perusahaan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat posisi di pasar domestik.

“Strategi pengelolaan pasar mikro menjadi kunci sukses SIG menjaga momentum pertumbuhan berlanjut hingga Mei 2026, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, SIG juga terus meningkatkan penetrasi pasar ekspor sebagai salah satu strategi memperluas pasar sekaligus mengoptimalkan utilisasi pabrik. Salah satu pencapaian terbaru adalah realisasi ekspor semen tipe khusus ke Amerika Serikat setelah fasilitas ekspor di Tuban, Jawa Timur, mulai beroperasi. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengirimkan 97.500 metrik ton (MT) semen tipe khusus ke negara tersebut.

Ekspor tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Taiheiyo Cement Corporation. Melalui kemitraan itu, SIG menargetkan total ekspor mencapai 450 ribu metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026 yang akan dilakukan secara bertahap.

Menurut Vita, pengembangan pasar ekspor tidak hanya meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, tetapi juga membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan produk-produk turunan bernilai tambah yang memiliki daya saing di pasar internasional.

“Transformasi bisnis yang dijalankan SIG berhasil menjaga resiliensi bisnis perusahaan di tengah tantangan industri sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Kami akan terus mengevaluasi dan mempertajam strategi transformasi agar tetap adaptif dan kompetitif,” katanya.

SIG merupakan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan saham mayoritas oleh Pemerintah Indonesia. Sejak bertransformasi menjadi holding semen nasional pada 2013, SIG terus memperluas bisnisnya sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang menjangkau pasar Asia, Australia, hingga Oseania.

Saat ini SIG menaungi enam perusahaan produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja Tbk, serta Thang Long Cement Company di Vietnam. Melalui transformasi yang dijalankan, perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi bahan bangunan yang berkelanjutan dengan menjaga keanekaragaman hayati serta menekan emisi gas rumah kaca. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *