JOMBANG (Suarapubliknews.net) – Puluhan pecinta sedan Suzuki Baleno klasik dari Jombang, Mojokerto, dan Lamongan berkumpul dalam kegiatan anjangsana rutin di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga eksistensi Baleno klasik di tengah perkembangan otomotif modern.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar perawatan kendaraan, sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota komunitas.
Ketua Komunitas Sedan Klasik Suzuki Baleno, Mbah Joyo, mengatakan kegiatan anjangsana dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali. Menurutnya, agenda tersebut bertujuan mempererat hubungan antaranggota serta menjaga kekompakan komunitas.
“Pertemuan ini bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi sarana menjalin dan mempererat silaturahmi antar sesama pecinta Baleno. Dengan sering bertemu, hubungan antaranggota semakin dekat dan solid,” ujarnya kepada Suarapubliknews.net.
Mbah Joyo yang juga dikenal sebagai spesialis bengkel Suzuki Baleno klasik asal Desa Rejoslamet, Kabupaten Jombang, menjelaskan bahwa anggota komunitas berasal dari berbagai profesi dan rentang usia. Namun, mereka dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap sedan Baleno produksi tahun 1997 hingga 2002.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam komunitas memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam menyalurkan hobi otomotif, tetapi juga mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Orang Jawa punya pepatah, ora kenal maka ora sayang. Semakin sering bertemu, persahabatan akan semakin erat. Kalau saudara dan teman kita banyak, insyaallah rezeki juga semakin luas,” tutur Mbah Joyo.
Acara berlangsung santai namun penuh makna. Para anggota saling bertukar informasi, berbagi pengalaman mengenai perawatan kendaraan, serta memperkuat jaringan pertemanan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Melalui kegiatan anjangsana rutin ini, komunitas berharap tali persaudaraan antaranggota semakin kuat sekaligus menjadi upaya menjaga eksistensi mobil sedan klasik Baleno di tengah pesatnya perkembangan dunia otomotif modern.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga kebersamaan dan semangat menjaga Baleno klasik tetap terpelihara,” pungkasnya. (q cox, Iwan)













