OlahragaPeristiwa

Persebaya Beri Akses Anak Disabilitas Motret Langsung dari Pinggir Lapangan

76
×

Persebaya Beri Akses Anak Disabilitas Motret Langsung dari Pinggir Lapangan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Persebaya Surabaya memberikan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui program bertajuk “Persebaya Side Pitch Photo Access” saat laga terakhir Persebaya melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.

Melalui program tersebut, PT Persebaya Indonesia mengundang komunitas Disabilitas Berkarya untuk merasakan pengalaman memotret langsung dari pinggir lapangan layaknya fotografer olahraga profesional.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas sekaligus memberikan motivasi kepada teman-teman disabilitas agar terus percaya diri mengembangkan potensi mereka.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen Persebaya memberikan akses eksklusif kepada anak-anak penyandang disabilitas untuk turun langsung ke area side pitch dan mengabadikan momen pertandingan menggunakan kamera yang disediakan klub.

Selain sesi fotografi, acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan simbolis kepada pemain Persebaya oleh perwakilan anak-anak disabilitas dari UPTD Kampung Anak Negeri Liponsos Kalijudan.

Komunitas Disabilitas Berkarya dalam kesempatan tersebut diwakili lima anak, yakni Kiking, Mukidi, Pina, Jacky, dan Omay. Empat di antaranya merupakan penyandang tuli, sementara Omay merupakan penyandang down syndrome.

Mentor sekaligus relawan Disabilitas Berkarya, Mamuk Ismuntoro, menyambut positif kesempatan yang diberikan Persebaya kepada anak-anak difabel tersebut. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen langka sekaligus penting dalam meningkatkan keterampilan visual anak-anak penyandang disabilitas.

“Ini adalah kesempatan langka bagi kami. Anak-anak penyandang difabel bisu tuli dan down syndrome mendapatkan akses khusus untuk memotret laga sepak bola profesional tanah air,” ujarnya.

Mamuk menilai pengalaman tersebut akan menjadi kenangan baik sekaligus membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan kreatif anak-anak difabel.

Dalam keterangan resminya, PT Persebaya Indonesia menyebut kegiatan tersebut bertujuan menularkan kebahagiaan dan semangat kepada teman-teman disabilitas. Manajemen berharap akses tersebut dapat menjadi dukungan moral nyata agar penyandang disabilitas terus bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa merasa terhalang oleh keterbatasan.

Kolaborasi antara Persebaya, Liponsos Kalijudan, dan Disabilitas Berkarya juga menunjukkan bahwa sepak bola dapat menjadi medium penyebaran energi positif sekaligus ruang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komunitas Disabilitas Berkarya sendiri merupakan gerakan sosial yang fokus memberikan akses pendidikan serta pelatihan visual seperti fotografi dan videografi bagi penyandang difabel di Surabaya dan sekitarnya. (q cox, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *