Perwakilan Kemenkeu Provinsi Jawa Timur Selenggarakan Seminar Pajak

SURABAYA (Suarapubliknews) – Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan seminar Pajak bertajuk “Optimalisasi Kinerja Penerimaan Pajak Jawa Timur Melalui Kepatuhan Wajib Pajak.

Talkshow yang merupakan kolaborasi dan sinergi dari Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur tersebut diselenggarakan secara Hybrid di Aula Kanwil DJP Jawa Timur I dan melalui Zoom Meeting.

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jawa Timur sekaligus Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I John Hutagaol, menyatakan bahwa kegiatan seminar pajak bertujuan memberikan pemahaman terus menerus tentang kontribusi wajib kepada negara yang dilaksanakan oleh wajib pajak sesuai undang-undang yang sangat penting.

“Kepatuhan wajib pajak menjadi solusi untuk optimalisasi penerimaan pajak dan amplifikasi kebijakan pajak yang digulirkan sehingga wajib pajak semakin mengerti bahwa fungsi pajak tidak semata mata untuk mengumpulkan penerimaan,” katanya.

Kondisi global masih menghadapi tantangan berat seperti potensi resesi, isu geopolitik, risiko stagflasi, pengetatan moneter (teragresif sejak 1980), dan volatilitas komoditas global. Di lain sisi, optimisime pemulihan ekonomi domestik berlanjut didorong konsumsi masyarakat dan kinerja ekspor. Namun, tren peningkatan risiko global dan peningkatan inflasi (domestik) yang berasal dari kenaikan harga energi dan pangan global perlu terus diwaspadai.

Di tengah risiko ketidakpastian global yang eskalatif, peran APBN sebagai shock absorber perlu dijaga agar tetap berfungsi optimal. Kinerja APBN bulan Agustus terjaga, ditopang kinerja pendapatan yang baik dan belanja yang tumbuh positif. Ketangguhan APBN berperan utama menopang konsolidasi fiskal 2023.

Kinerja pendapatan yang baik terutama dari sisi pajak, di samping kepabeanan dan cukai maupun PNB, harus menjadi instrumen yang terus dijaga kesehatannya. Kepercayaan wajib pajak terhadap Kementerian Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Pajak terus dibangun dan dipelihara.

Upaya dalam meningkatkan penerimaan pajak senantiasa tidak mudah karena masih ada shadow economy, kepatuhaan Wajib Pajak Orang Pribadi, hingga kurang terpenuhinya hak wajib pajak.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Mardiasmo (Ketua Komite Pengawas Perpajakan dan Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI), Indah Kurnia, S.E., M.M. (Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dengan narasumber  Agustin Vita Avantin, S.E., M.Si.(Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II) diwakili Takari Yoedaniawati, Partner of Fiscal Research and Advisory DDTC Bawono Kristiaji, Pendiri Podo Joyo Masyhur/PJM Group Teguh Kinarto, dan Dr Elia Mustikasari Ketua IAI KAPj Wilayah Jawa Timur dan seminar ditutup oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III Farid Bachtiar, M.Tax. (q cox, tama dini)

Reply