Bisnis

Sinergi Antarotoritas Perkuat Investasi Berkualitas, Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

50
×

Sinergi Antarotoritas Perkuat Investasi Berkualitas, Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus diperkuat guna menciptakan iklim investasi yang semakin berkualitas di Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data terbaru, perekonomian Jawa Timur pada triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen (year on year/yoy) dengan inflasi yang tetap terkendali. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk terus meningkatkan daya saing investasi sekaligus memperkuat transformasi ekonomi daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED), dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan OJK Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6). Forum tersebut menjadi wadah koordinasi strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong investasi berkualitas dan mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor. Dengan posisi strategis sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, dukungan infrastruktur yang semakin baik, serta struktur ekonomi yang resilien, Jawa Timur dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi.

“Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki diri. Jawa Timur memiliki modal tersebut. Tantangan kita ke depan adalah menghadirkan investasi yang semakin berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan bahwa integrasi Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Upaya tersebut dilakukan melalui penyiapan Investment Project Ready to Offer (IPRO), percepatan pengembangan kawasan industri, serta peningkatan daya saing investasi Jawa Timur.

Di sisi lain, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan melalui sektor jasa keuangan guna mendukung investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Turut hadir sebagai narasumber, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), M. Nashrul Wajdi, yang menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan basis data ekonomi yang lebih komprehensif sebagai landasan dalam mengidentifikasi potensi investasi, pembiayaan, serta arah pengembangan ekonomi daerah.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa investasi berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong percepatan penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan IPRO, serta percepatan penyelesaian berbagai hambatan investasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Launching East Java Investment Forum (EJIF) 2026 sebagai momentum memperkuat promosi investasi Jawa Timur kepada investor domestik maupun internasional. Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OJK, BPS, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus memperkuat sinergi guna mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi daerah, serta menjaga stabilitas makroekonomi agar Jawa Timur semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *