Terus Meningkat, Kedai Kopi Tetap Viral di New Normal

SURABAYA (Suarapubliknews) – Trend kedai kopi terus meningkat beberapa tahun belakangan dengan kekhasannya masing-masing. Kondisi ini kemudian mengubah karakter konsumen yang awalnya hanya mengonsumsi kopi sachet menjadi penikmat kopi original.

Perwakilan Indonesia dalam kompetisi World Barista Championship 2018, Muhammad Aga mengatakan Kopi Indonesia sekarang kualitasnya jauh lebih baik dibanding beberapa tahun silam.

“Inilah yang kemudian membuat industri kopi nusantara menjadi semakin bergairah. Apalagi jenis kopi Indonesia sangat banyak dengan karakteristik yang berbeda,” katanya saat Webinar “Bisnis kopi tetap viral di New Normal” yang digelar BI Kanwil Jatim

Dengan semakin membudayanya kopi nusantara di seluruh kalangan masyarakat, utamanya millenial, tak ayal bisnis ini menjadi semakin menjanjikan, tidak terkecuali disaat new normal seperti saat ini. Wajar jika kemudian banyak cafe bermunculan dan kondisi ini diprediksi bakal bertahan sangat lama.

Co Founder Dua Coffee, Omar Karim mengatakan ada tiga jenis usaha yang akan booming dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan. Pertama adalah pusat kebugaran atau fasilitas olah raga, kedua food healthy atau makanan kesehatan dan terakhir hospitality, termasuk didalamnya  cafe.

“Saat ini kata ngopi sudah menjadi kata ganti untuk bersosialisasi. Ayo ngopi sama artinya dengan ajakan untuk bertemu dan berinteraksi, bersosialisasi,” katanya.

Co-Founder Kopi Kenangan, James Prananto menambahkan dalam bisnis coffee shop, faktor penentuan lokasi yang mendekati masyarakat khususnya di commercial areas menjadikan Kopi Kenangan selalu dicari karena keunggulan produknya selain pemilihan bahan baku yang berkualitas.

“Selain Disamping itu, terdapat pula SOP untuk setiap pembuatan produk, kelengkapan toko hingga pelayanan. Di saat pandemi seperti ini, kunci untuk menjaring dan mempertahankan pelanggan adalah konsistensi produk dan layanan. Tips tambahan supaya dapat go internasional, tentu saja keunikan produk, khususnya kopi susu gula aren yang merupakan kopi style Indonesia,” terangnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim,  Difi A. Johansyah mengatakan kopi Indonesia sangat kaya dan sesuai karakteristik daerah. Bisnis kopi bukan semata bisnis F&B saja, namun merupakan bisnis kreatif, dan salah satu bisnis yang paling prospektif.

“Saya berharap semakin banyak anak muda di Indonesia yang terjun di bisnis ini, baik di sisi hulu sampai hilir, karena potensinya yang besar,” tutupnya. (q cox, tama dinie)

Reply