Peristiwa

Guru Besar ITS Kembangkan Model Estimasi Biaya Perangkat Lunak Berbasis Bahasa Alami

59
×

Guru Besar ITS Kembangkan Model Estimasi Biaya Perangkat Lunak Berbasis Bahasa Alami

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Pengembangan perangkat lunak (software) selama ini masih menghadapi tantangan dalam menentukan estimasi biaya dan sumber daya secara akurat. Menjawab persoalan tersebut, Guru Besar ke-239 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Sholiq, S.T., M.Kom., MSA, mengembangkan inovasi Natural Language Constructive Cost Model (NL-COCOMO), sebuah model estimasi biaya pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan teknologi pemrosesan bahasa alami atau Natural Language Processing (NLP).

Prof. Sholiq menjelaskan, transformasi digital yang berkembang pesat menjadikan perangkat lunak sebagai fondasi berbagai layanan dan proses bisnis. Karena itu, proses pengembangannya membutuhkan perencanaan yang matang agar risiko kegagalan proyek dapat ditekan sejak tahap awal.

“Inovasi ini bertujuan membantu proses estimasi biaya proyek perangkat lunak agar lebih terstandar, sehingga mendukung pengembangan sistem digital yang lebih efektif dan akuntabel,” ujarnya.

Menurut Kepala Laboratorium Manajemen Sistem Informasi ITS tersebut, salah satu persoalan yang selama ini dihadapi industri perangkat lunak adalah belum adanya standar yang jelas dalam menentukan harga sebuah proyek. Berbeda dengan produk fisik yang memiliki ukuran dan harga relatif baku, nilai sebuah perangkat lunak sering kali bergantung pada interpretasi masing-masing pengembang maupun klien.

Melalui NL-COCOMO, sistem dirancang untuk memperkirakan ukuran proyek, tingkat kompleksitas, hingga kebutuhan sumber daya yang diperlukan dalam proses pengembangan perangkat lunak. Dengan demikian, estimasi biaya dapat dilakukan secara lebih objektif dan konsisten.

Prof. Sholiq menjelaskan bahwa model tersebut merupakan pengembangan dari metode COCOMO yang telah lama digunakan dalam rekayasa perangkat lunak. Perbedaannya, NL-COCOMO memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP) sehingga komputer mampu memahami kebutuhan pengguna melalui bahasa sehari-hari. “NLP memungkinkan komputer memahami bahasa manusia, baik dalam bentuk teks maupun suara, sehingga kebutuhan pengguna dapat dikomunikasikan dengan lebih mudah,” katanya.

Ia menerangkan, dalam proses pengembangan perangkat lunak, tahapan memahami kebutuhan pengguna umumnya dilakukan melalui diskusi atau storytelling sebelum dilakukan perhitungan biaya proyek. Proses tersebut sering kali membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Dengan pendekatan NLP, kebutuhan pengguna dapat diidentifikasi secara lebih cepat melalui sistem sehingga proses estimasi biaya juga menjadi lebih efisien. “Melalui inovasi ini, kebutuhan pengguna dapat diidentifikasi oleh sistem sehingga perhitungan biaya dapat dilakukan lebih cepat,” jelas alumnus Teknik Informatika ITS tersebut.

Ke depan, Prof. Sholiq berencana mengembangkan arsitektur NL-COCOMO yang sebelumnya menggunakan sistem monolithic menjadi microservices dan cloud-native systems. Pengembangan tersebut diharapkan membuat model bekerja lebih fleksibel, independen, serta mudah diintegrasikan dengan berbagai sistem digital modern dibandingkan menggunakan satu basis kode tunggal seperti sebelumnya.

Menurutnya, inovasi tersebut memiliki peluang diterapkan di berbagai sektor karena hampir seluruh industri saat ini memanfaatkan perangkat lunak sebagai bagian dari transformasi digital.

Penelitian tersebut juga menjadi bentuk kontribusi sivitas akademika ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Prof. Sholiq berharap inovasi NL-COCOMO dapat menjadi acuan dalam proses pengembangan perangkat lunak sekaligus membantu industri menciptakan estimasi proyek yang lebih akurat, efisien, dan transparan. “Saya harap inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam perkembangan teknologi digital di Indonesia,” pungkasnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *