Di Tengah Pandemi, DPRD Surabaya Dorong Pemkot Tetap Optimalkan PAD Parkir

SURABAYA (Suarapubliknews) – Meski masih di tengah pandemi COVID-19, Komisi B DPRD Kota Surabaya yang membidangi Perekonomian, meminta agar Pemkot tetap menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) khususnya pajak parkir.

Hal ini disampaikan Mahfudz, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, yang mengatakan bahwa target pajak yang baru harus benar-benar dikejar supaya teralisasi dengan maksimal hingga akhir Desember mendatang.

“Meski dimaklumi akibat pandemi, tapi semangat untuk merealisasi target harus dilakukan,” katanya. Senin (05/10/2020)

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memahami bahwa optimalisasi pendapatan yang ada masih cukup sulit. Bahkan, lanjut dia, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya tidak mungkin menaikkan nilai retribusi yang sudah ditetapkan karena mengubah tarif retribusi harus melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda).

Untuk itu, ia meminta agar Pemkot Surabaya benar-benar serius dalam mengejar target pendapatan parkir sebab saat ini sudah banyak kantor di Surabaya yang sudah buka.

Begitu juga dengan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan yang sudah banyak beroperasi serta tempat-tempat nongkrong seperti kafe maupun restoran juga mulai ramai.

“Saya optimistis bisa. Pemkot tidak boleh kendor karena pandemi. Pendapatan daerah harus digenjot,” katanya.

Diketahui, target pendapatan pajak parkir sekitar Rp107 miliar pada tahun anggaran 2020. Namun karena adanya pandemi COVID-19, hingga saat ini masih Rp.38 Miliar atau masih jauh dari target yang ada.

Pemkot Surabaya mengusulkan penurunan target hingga 44 persen atau Rp.63 Miliar agar tercapai hingga Desember 2020. (q cox)

Reply