PemerintahanPeristiwa

DJP Jatim I Jemput Bola di Tanjung Perak Jazz, Dekatkan Edukasi Pajak kepada Generasi Muda

22
×

DJP Jatim I Jemput Bola di Tanjung Perak Jazz, Dekatkan Edukasi Pajak kepada Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus mengembangkan pendekatan baru dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satunya dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I dengan membuka layanan perpajakan di tengah penyelenggaraan konser Tanjung Perak Jazz di Surabaya Expo Center, Minggu (28/6).

Kehadiran layanan perpajakan di ruang publik tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan negara kepada masyarakat melalui aktivitas yang akrab dengan kalangan muda. Selain menikmati pertunjukan musik, para pengunjung juga dapat mengakses berbagai layanan perpajakan secara langsung tanpa harus datang ke kantor pajak.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur yang turut menghadirkan layanan konsultasi perpajakan dan lelang. Melalui konsep jemput bola ini, masyarakat dapat memperoleh informasi, berkonsultasi, hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi perpajakan di lokasi acara.

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, mengatakan kehadiran DJP di Tanjung Perak Jazz merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mudah mengakses layanan perpajakan tanpa harus datang ke kantor. Melalui kegiatan seperti ini, edukasi dan pelayanan dapat hadir lebih dekat dengan aktivitas mereka,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, petugas DJP memberikan berbagai layanan, mulai dari pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), aktivasi akun dan permintaan Kode Otorisasi Coretax, pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, hingga konsultasi perpajakan.

Menurut Max, layanan tersebut mendapat respons positif dari para pengunjung. Banyak anak muda memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kewajiban perpajakan, sementara sebagian lainnya langsung menyelesaikan pelaporan SPT Tahunan di lokasi acara.

Pendekatan melalui festival musik dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih santai sehingga masyarakat tidak lagi memandang layanan perpajakan sebagai sesuatu yang rumit maupun kaku. Sebaliknya, edukasi dapat dilakukan secara lebih komunikatif dan mudah dipahami.

Melalui berbagai inovasi pelayanan di ruang publik, DJP berharap semakin banyak masyarakat yang memahami hak dan kewajiban perpajakan, memperoleh akses layanan yang lebih mudah, serta meningkatkan kepatuhan sebagai wajib pajak. Upaya tersebut diharapkan turut mendukung optimalisasi penerimaan negara melalui pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *