Peristiwa

Fête de la Musique 2026: Kolaborasi Budaya Indonesia-Prancis Hadir Serentak di 6 Kota

63
×

Fête de la Musique 2026: Kolaborasi Budaya Indonesia-Prancis Hadir Serentak di 6 Kota

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Surabaya menjadi salah satu kota penyelenggara Fête de la Musique 2026 atau Hari Musik Sedunia, perayaan musik internasional yang berasal dari Prancis dan kini diperingati di lebih dari 120 negara.

Tahun ini, masyarakat Surabaya tidak hanya disuguhi penampilan musisi lokal, tetapi juga berkesempatan menyaksikan aksi panggung musisi electro-pop asal Prancis, Violet Indigo, dalam rangkaian tur pertamanya di Indonesia.

Perayaan yang diprakarsai Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) tersebut berlangsung serentak di sejumlah kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Denpasar.

Mengusung semangat musik sebagai bahasa universal, Fête de la Musique menghadirkan ruang bagi musisi profesional, talenta muda, hingga komunitas musik untuk tampil dan berinteraksi tanpa batas.

Direktur Institut Français Indonesia Surabaya, Vincent Padere mengatakan khusus di Surabaya, rangkaian kegiatan digelar selama dua hari. Pada hari pertama, IFI Surabaya bekerja sama dengan Petra Christian University dan Creative Perspective Production menghadirkan penampilan 16 finalis kompetisi menyanyi Serenada Nusantara yang berlangsung di Auditorium Gedung W Petra Christian University.

Selain para finalis, sejumlah band dan kelompok vokal muda Surabaya juga turut memeriahkan perayaan Hari Musik Sedunia tersebut. Penampilan para peserta dinilai langsung oleh dewan juri profesional untuk menentukan para pemenang kompetisi.

Sementara pada hari kedua, Surabaya menjadi bagian dari tur nasional Violet Indigo, penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus DJ berkebangsaan Prancis-Amerika yang berbasis di Paris dan Rouen.

Musisi yang dikenal dengan perpaduan musik electro-pop, hip-hop, breakbeat, dan hyperpop tersebut dijadwalkan tampil dalam acara Celebration of Culture di Soirée, Four Points Pakuwon Surabaya, didahului penampilan DJ Gatra asal Surabaya.

Violet Indigo merupakan salah satu representasi generasi baru musisi Prancis yang mengedepankan kreativitas, inklusivitas, dan optimisme melalui karya-karyanya. Kehadirannya di Indonesia diharapkan menjadi jembatan pertukaran budaya sekaligus mempererat hubungan antara komunitas musik Indonesia dan Prancis.

Selain konser, Fête de la Musique 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem musik Indonesia melalui berbagai kolaborasi lintas budaya. Institut français d’Indonésie bersama mitra lokal turut menyelenggarakan lokakarya profesional bagi musisi dan pelaku industri musik yang membahas pengembangan karier serta isu keberlanjutan dalam industri musik modern.

Sejak pertama kali digelar di Prancis pada 1982, Fête de la Musique berkembang menjadi salah satu festival musik terbesar di dunia yang dirayakan di sekitar 1.000 kota di lebih dari 120 negara. Melalui konsep konser terbuka yang mudah diakses masyarakat, festival ini terus mendorong keterbukaan, kreativitas, dan dialog budaya lintas negara.

Dengan bergabungnya Surabaya dalam rangkaian perayaan tahun ini, masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga memperoleh ruang untuk mengenal keragaman budaya sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antara musisi Indonesia dan Prancis. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *