Kabupaten Madiun Jadi Best Practice Perencanaan Pembangunan Desa

MADIUN (Suarapubliknews) – Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menjadikan Kabupaten Madiun sebagai best practice atau percontohan atas smart perencanaan pembangunan desa yang sudah dilakukan.

Kabupaten Madiun menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang berhasil mencairkan dana desa seratus persen di tahap satu di ahir bulan Januari untuk tahun anggaran 2020.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan saat mendengar kabupaten Madiun satu-satunya di Indonesia yang sudah bisa menyelesaikan proses pencairan dana desa tahap satu seratus persen, Ia segera meminta bupati untuk menjelaskan rahasianya dan dishare saat rakor yang jiga dihadiri oleh Menteri Desa PDTT.

“Harapannya ketika Kabupaten Madiun menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang sudah bisa mencairkan dana desanya seratus persen pada 30 Januari 2020, maka ini kemudian bisa dijadikan best practice,” katanya.

Sebab apa yang dilakukan Kabupaten Madiun ini sejalan dengan arahan yang sering ditekankan oleh Presiden RI Joko Widodo. Yaitu agar setiap daerah melakukan percepatan pencairan dana desanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tingkat desa.

Terlebih saat ini ada trade war dan juga merebaknya virus corona, yang tentunya berdampak pada ekonomi, perdagangan, industri dan pariwisata. Oleh sebab itu agar ekonomi di desa tidak menurun, dana desa didorong percepatan pencairannya dengan prioritas cash for work, agar daya beli masyatkat desa tak menurun.

Guna mengawal pencairan dan pengelolaan dana desa di Kabupaten Madiun, meninjau langsung proses realisasi penggunaan dana desa di dua desa sekaligus di Kabupaten Madiun, yaitu Desa Sidomulyo dan Desa Pule.

Di Desa Sidomulyo mendapatkan total dana desa senilai Rp 754 juta. Di pencairan tahap pertama, pembangunan fisik dilakukan untuk membangun kios desa dengan total anggaran Rp 272 juta melalui sistem padat karya tunai atau cash for work.

Pembangunan dilakukan dengan pembongkaran kios lama dan pengerjaan kios baru dan melibatkan sebanyak 90 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat desa.

“Dari total anggaran dana desa Jawa Timur senilai Rp 7,654 trlliun, di tahap satu sudah cair sekitar Rp 3 trlliun, kita ingin memastikan bahwa penggunannya tahap pertama adalah untuk padat karya tunai atau cash for work,” terang Khofifah.

Pasalnya dengan cash for work, maka penghasilan masyarakat di pedesaan akan meningkat. Dengan begitu adanya dana desa ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Sedangkan di Desa Pule mengerahkan masyarakatnya untuk mengerjakan proyek infrastruktur desanya. Tepatnya untuk pengerjaan perluasan area wisata kampung ceria Taman Pule. Total ada sebanyak 99 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar yang dipekerjakan untuk mengurug atau meratakan tanah di kawasan wisata desa tersebut. (q cox, Tama Dinie)

Reply