PeristiwaPolitik

Keluarga Thomas Menangis Saat Legislator DPRD Surabaya Datang Melayat, Minta Keadilan Ditegakkan

170
×

Keluarga Thomas Menangis Saat Legislator DPRD Surabaya Datang Melayat, Minta Keadilan Ditegakkan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga TJK alias Thomas (19), pelajar kelas XII SMA yang meninggal dunia setelah mengalami luka berat akibat dugaan penganiayaan oleh sekelompok remaja. Tangis keluarga pecah saat Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, mendatangi rumah duka di kawasan Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Senin (8/6/2026).

Kedatangan Anas disambut haru oleh keluarga yang hingga kini masih sulit menerima kepergian Thomas. Dalam suasana penuh duka, keluarga kembali menceritakan detik-detik terakhir sebelum korban ditemukan dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Tante korban mengungkapkan, pada Sabtu malam (30/5/2026), Thomas hanya berpamitan keluar rumah untuk membeli paket data internet sekaligus mencari makan. Tak lama berselang, keluarga menerima kabar bahwa Thomas ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan telah dilarikan ke rumah sakit.

“Dia hanya pamit cari makan sebentar. Kalau saya tahu akan terjadi seperti ini, pasti saya cegah atau saya antar sendiri,” ujarnya sambil menahan tangis.

Thomas sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Namun kondisinya terus memburuk akibat luka serius yang dialami.

“Operasinya gagal karena otaknya mengalami pembengkakan. Menurut dokter, ada banyak pukulan benda tumpul yang menyebabkan kondisinya semakin parah,” tuturnya.

Di hadapan Anas Karno, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.

“Saya minta keadilan untuk Thomas. Saya mohon kasus ini diusut sampai tuntas. Anak yang saya asuh sejak kecil harus pergi dengan keadaan seperti ini,” katanya dengan suara bergetar.

Thomas dikenal sebagai sosok yang pendiam, baik, dan berprestasi. Ia merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA.

“Dia anak yang baik dan tidak pernah membuat masalah. Bahkan sudah memiliki rencana untuk kuliah. Kami juga tidak pernah mendengar dia punya musuh,” tambahnya.

Mendengar langsung kesaksian keluarga korban, Anas Karno mengaku prihatin dan menegaskan bahwa kasus tersebut harus diusut hingga tuntas agar keluarga mendapatkan kepastian hukum dan rasa keadilan.

“Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa. Ada seorang remaja yang memiliki masa depan, penerima beasiswa, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan, tetapi harus kehilangan nyawa secara tragis. Negara harus hadir memberikan keadilan bagi keluarga korban,” tegas legislator Fraksi PDIP tersebut.

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDIP Surabaya itu juga menyoroti maraknya kasus kriminal yang belakangan terjadi di Kota Pahlawan. Menurutnya, rentetan kasus penganiayaan hingga menimbulkan korban jiwa, termasuk kasus penjambretan yang menyebabkan seorang ASN meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Jangan sampai warga Surabaya merasa takut saat keluar rumah. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kejadian yang merenggut nyawa seperti ini tidak boleh dianggap biasa,” ujarnya.

Sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas mendorong penguatan sinergi antara kepolisian, Satpol PP, perangkat wilayah, serta layanan darurat Command Center 112 untuk mempercepat upaya pencegahan dan penanganan tindak kriminal.

Ia juga meminta kepolisian meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelaku kejahatan. Sementara Pemerintah Kota Surabaya didorong mengoptimalkan fungsi CCTV, patroli Satpol PP, serta layanan darurat 112 agar respons terhadap laporan masyarakat semakin cepat dan efektif.

Anas turut mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah mengamankan sejumlah tersangka dalam kasus tersebut. “Tindakan cepat ini setidaknya bisa memberikan rasa tenang bagi keluarga korban yang sedang menuntut keadilan,” katanya.

Diketahui, Polrestabes Surabaya telah menetapkan empat remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Thomas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas Karno juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian.

Kasus kematian Thomas hingga kini masih menjadi perhatian publik. Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara menyeluruh motif maupun peran masing-masing pelaku dalam peristiwa tragis tersebut. (q cox, Es)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *