NasionalPeristiwa

Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Digitalisasi Lalu Lintas, Siapkan Strategi Hadapi Nataru dan Zero ODOL

127
×

Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Digitalisasi Lalu Lintas, Siapkan Strategi Hadapi Nataru dan Zero ODOL

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat koordinasi dalam pengelolaan lalu lintas jalan tol melalui percepatan digitalisasi sistem operasional, persiapan menghadapi lonjakan arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga dukungan terhadap implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang ditargetkan mulai diterapkan pada awal tahun depan.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi antara Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Wibowo bersama jajaran pejabat utama Korlantas dengan Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono beserta direksi di Gedung National Traffic Management Center (NTMC) Polri, Jakarta, Senin (3/8).

Irjen Pol Wibowo mengatakan sinergi antara Korlantas dan Jasa Marga menjadi semakin penting untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional, terutama Natal dan Tahun Baru. “Dua potensi libur besar ini tentunya akan memunculkan pergerakan masyarakat yang juga pasti akan meningkat, khususnya di jalur-jalur wisata,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Korlantas juga meminta pembaruan informasi mengenai progres pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah ruas tol baru, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga akses menuju Jawa Timur. Kehadiran jaringan jalan tol baru diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Selain membahas kesiapan menghadapi Nataru, kedua pihak juga menyoroti implementasi kebijakan Zero ODOL. Menurut Wibowo, penanganan kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum di lapangan, tetapi juga harus dibarengi pembenahan dari sisi hulu, termasuk melibatkan pelaku usaha dan perusahaan angkutan.

“Korlantas kan selalu bekerja di hilir. Pekerjaan hulu sangat berdampak pada pekerjaan hilir. Kalau semuanya dilempar ke hilir, tanpa ada pertimbangan yang cukup matang malah nanti hasilnya akan kontraproduktif dengan yang diinginkan,” katanya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan berat melalui penambahan fasilitas Weigh In Motion (WIM) dari dua menjadi delapan titik. Sistem tersebut terintegrasi dengan kamera pengawas serta teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendeteksi berat dan dimensi kendaraan secara real-time, kemudian disinkronkan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) milik Korlantas Polri.

Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan perusahaan juga mengembangkan integrasi data digital melalui aplikasi Travoy yang dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Data tersebut akan dipadukan dengan data Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri serta data uji berkala Kementerian Perhubungan guna memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang.

“Penguatan sistem juga dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang siap dimanfaatkan bersama di titik-titik krusial. Integrasi command center ini diharapkan mempercepat respons penanganan insiden dan memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Menurutnya, modernisasi layanan operasional dan pengembangan infrastruktur berbasis teknologi merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk meningkatkan keselamatan, kelancaran mobilitas masyarakat, serta efisiensi logistik.

“Kolaborasi dan pemanfaatan sistem data bersama ini menjadi kunci. Jasa Marga dan Korlantas Polri memiliki tugas yang saling terkait dalam menjamin kelancaran dan keselamatan di jalan tol,” tutupnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *