Minat Go Public di Surabaya Tinggi

SURABAYA (Suarapubliknews) – Pasar Modal Indonesia berhasil mencatatkan 76 Perusahaan Tercatat baru yang merupakan peningkatan sebesar 22,27 persen total Fund Raised Initial Public Offering, yaitu sebesar Rp150,3 triliun pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp123,6 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Jawa Timur Dewi Sriana saat acara Business Owner Workshop 2020: “Suksesi Perusahaan Keluarga melalui IPO” mengatakan hal ini menunjukkan bahwa minat perusahaan masih tinggi untuk mencari alternatif pendanaan di pasar modal.

Pada tahun 2019, survey menunjukan inklusi pasar modal di Indonesia masih sangat rendah, sampai dengan 31 Januari 2020 jumlah investor di Indonesia masih sekitar 1.117.025 SID atau hanya 0,45% populasi Indonesia.

“Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KSEI, jumlah investor di Provinsi Jawa Timur berjumlah sekitar 139.187 SID atau 0,35% dari total penduduk di Provinsi Jawa Timur sebanyak 40 juta orang,” katanya.

Selain itu pula, Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan GDP regional sebesar 5,52 persen yang berada di atas pertumbuhan GDP Nasional pada tingkat 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk dapat berkembang dalam bidang ekonomi, dan pasar modal, pada khususnya.

Acara ini yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga merupakan kolaborasi dengan lima komunitas Tionghoa di Surabaya, yaitu Organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI), Perkumpulan Marga Huang Jawa Timur, Generasi Muda Indonesia Tionghoa Jawa Timur (Gema Inti), Komunitas Billionnaire Mindset Jawa Timur, dan Muda Mudi Perkumpulan Hwie Tiauw Ka (HAKKA) Surabaya.

Selain itu pula, Provinsi Jawa Timur memiliki pertumbuhan GDP regional sebesar 5,52 persen yang berada di atas pertumbuhan GDP Nasional pada tingkat 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang tinggi untuk dapat berkembang dalam bidang ekonomi, dan pasar modal, pada khususnya.

Workshop go public kali ini mengundang peserta yang terdiri dari perusahaan-perusahaan potensial yang merupakan anggota organisasi, komunitas, dan perkumpulan pebisnis yang memiliki kantor dan melakukan operasional di Jawa Timur.

Perwakilan Organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia, Ong Pendopo menyambut baik berlangsungnya acara ini. Menurutnya antusias peserta sangat tinggi, “Dari target 80 peserta membludak hingga lebih dari 100 peserta. Ini menunjukkan animo pengusaha Jatim terutama Surabaya menunggu workshop ini. Kami mewakili komunitas pengusaha dan Tionghoa Jatim berharap acara ini diadakan lagi minimal rutin setiap tahun,” harapnya. (q cox, Tama Dinie)

Reply