NasionalPeristiwa

PERKI dan Daewoong: Tubuh Langsing Tak Selalu Bebas Risiko Penyakit Kardiovaskular

136
×

PERKI dan Daewoong: Tubuh Langsing Tak Selalu Bebas Risiko Penyakit Kardiovaskular

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (Suarapubliknews) ~ Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) bersama PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia mengingatkan masyarakat bahwa tubuh langsing bukan jaminan terbebas dari kolesterol tinggi maupun penyakit kardiovaskular.

Pada populasi Asia, seseorang dengan berat badan normal tetap berisiko mengalami obesitas pada berat badan normal (normal weight obesity) akibat penumpukan lemak visceral yang tidak terlihat dari penampilan fisik.

Dalam sesi edukasi media di Jakarta, kedua pihak menyoroti masih banyak masyarakat yang menganggap risiko penyakit jantung hanya dialami oleh orang dengan kelebihan berat badan. Padahal, kadar kolesterol jahat (LDL-C) dapat meningkat pada siapa saja, termasuk individu dengan indeks massa tubuh (BMI) normal.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari PERKI, dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, menjelaskan bahwa seseorang bertubuh langsing tetap dapat memiliki lemak visceral berlebih di sekitar organ tubuh yang meningkatkan risiko gangguan metabolik dan penyakit kardiovaskular.

“Tubuh langsing tidak selalu berarti kadar kolesterol berada dalam kondisi sehat. Seseorang dapat memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang normal, tetapi menyimpan lemak visceral berlebih di sekitar organ tubuh. Kondisi ini sering disebut sebagai obesitas pada berat badan normal,” ujarnya.

Ia menambahkan, penumpukan lemak visceral dapat memicu resistensi insulin, meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, serta memperbesar risiko serangan jantung maupun stroke.

Menurutnya, pemeriksaan darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol secara akurat sehingga pemeriksaan profil lipid secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, diabetes, atau hipertensi.

Dr. Susetyo menjelaskan, pedoman terkini merekomendasikan pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi menurunkan kadar LDL-C hingga di bawah 55 mg/dL atau setidaknya 50 persen dari kadar awal. Semakin rendah kadar LDL-C yang dicapai, semakin rendah pula risiko kejadian kardiovaskular di kemudian hari.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, mengatakan kegiatan edukasi ini bertujuan meluruskan anggapan bahwa tubuh langsing identik dengan kondisi kesehatan yang baik.

“Sesi ini bertujuan meluruskan anggapan bahwa orang bertubuh langsing terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular. Sebagai mitra tepercaya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, Daewoong akan terus memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan penyakit kardiovaskular agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan rutin dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung,” katanya.

Selain edukasi mengenai deteksi dini, Daewoong dan PERKI juga menyoroti pentingnya terapi yang tepat bagi pasien dengan kolesterol tinggi. Salah satu pendekatan yang kini digunakan adalah kombinasi statin dan ezetimibe dalam satu tablet untuk membantu menurunkan kadar LDL-C secara lebih optimal sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan jangka panjang. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *