Terus Dukung Pemulihan Ekonomi OJK Gelar Vaksinasi Covid-19 di Surabaya

SURABAYA (Suarapubliknews) – Otoritas Jasa Keuangan bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat kota Surabaya di Airlangga Convention Center Kampus Unair, Sabtu.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan OJK untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sehingga mendorong terciptanya kekebalan komunal yang bisa mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

OJK bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Industri Jasa Keuangan serta berbagai pihak menargetkan untuk memberikan vaksinasi sebanyak 10 juta ke berbagai daerah untuk mendukung upaya pemerintah membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

“Kerja sama dan sinergi penyelenggaraan vaksinasi dengan universitas maupun ikatan alumni akan terus dilakukan khususnya bagi seluruh pegawai, mahasiswa maupun masyarakat,” katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi Covid-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional, karena setelah terbentuk kekebalan komunal maka perekonomian masyarakat akan kembali bergerak sejalan dengan terbukanya mobilitas masyarakat.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh berbagai pihak. Hal ini diharapkan agar vaksinasi COVID-19 dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Jawa Timur.

Saat ini vaksinasi merupakan hal penting bagi setiap individu masyarakat. Karena menurutnya vaksinasi adalah bentuk proteksi diri terhadap serangan COVID-19 yang sampai saat ini belum juga usai.

Selain itu, semakin banyak jumlah masyarakat yang sudah tervaskin akan mempengaruhi prosentase dari total penduduk Jawa Timur dalam mewujudkan kekebelan komunitas atau herd imunity. “Kita intinya fokus, Bagaimana proteksi artinya vaksinasi ini kita dorong seluas luasnya sehingga probabilitas antibodi secara kolektif ini bisa lebih baik diperoleh,” jelasnya.

Percepatan vaksinasi dan penerapan prokes yang ketat akan berimbas pada tren kasus COVID-19 di suatu wilayah. Lalu akan berpengaruh pada posisi zonasi resiko COVID-19 suatu daerah yang ditetapkan oleh Satgas COVID-19 Nasional. Oleh sebab, ia menyampaikan perlunya sinergi dan kolaborasi dari semua pihak.

Seperti diketahui, saat ini sudah tidak ada lagi zona merah di Jatim per 31 Agustus 2021 yang lalu. Sesuai status zonasi peta resiko COVID-19 yang juga dapat diakses di https://covid19.go.id/peta-risiko, ada 18 Kabupaten Kota yang berada di zona kuning. Yaitu Sidoarjo, Sumenep, Mojokerto, Lamongan, Pamekasan, Pasuruan, Kota Surabaya, Banyuwangi, Probolinggo, Sampang, Ngawi, Situbondo, Bojonegoro, Bangkalan, Tuban, Jombang, Kota Pasuruan dan Bondowoso.

Sementara 20 Kabupaten Kota sisanya berada di zona oranye. Diantaranya Ponorogo, Kota Madiun, Madiun, Blitar, Tulungagung, Kota Malang, Nganjuk, Lumajang, Jember, Kota Mojokerto, Trenggalek, Malang, Magetan, Gresik, Kota Kediri, Pacitan, Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, dan Kota Probolinggo.

“Zona kuning ini adalah capaian dari semua elemen masyarakat dan pemerintah di semua Lini pusat provinsi kabupaten kota Desa bahkan instansi TNI Polri instansi semua, ini semua mengambil peran yang sangat sangat aktif,” terangnya.

Wagub Emil berpesan agar semua pihak baik pemerintah, aparat dan masyarakat Jatim tidak terlena dengan capaian zonasi saat ini. Karena menurutnya yang berat adalah mempertahankan posisi saat ini atau bahkan meningkatkan kedudukan zonasi suatu daerah menjadi lebih baik.

Posisi zonasi Jatim saat ini merupakan kesempatan bagaimana memulihkan kembali keadaan berbagai sektor seperti sebelum adanya pandemi. Tetapi di sisi lain, Wagub Emil menekankan perlunya kehati-hatian dan disiplin menjalankan prokes.

“Nah mempertahankan ini yang penting ya, Maka jangan terlena, tapi juga artinya ini kesempatan untuk kita mulai melakukan pemulihan kegiatan masyarakat dengan penuh kehati-hatian,” pungkasnya.

Vaksinasi Terimakasih ini dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Airlangga (IKA Unair) yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemprov Jatim. Vaksinasi ini dilakukan selama 2 hari mulai tanggal 4 sampai dengan 5 September 2021. Target vaksinasi mencapai 5.600 dosis dengan 2.800 dosis per hari dan menggunakan jenis vaksin Sinovac. (q cox, tama dinie)

Reply