Fraksi PDIP DPRD Jatim Pastikan Gerbangkertasusila Segera Terhubung dengan MRT dan LRT

SURABAYA (Suarapubliknews) – Kawasan metropolitan Jawa Timur bakal terhubung dengan sistem transportasi cepat berbasis rel. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur H. Eddy Paripurna kepada wartawan di Surabaya, Selasa (21/1/2020).

“Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan atau Gerbangkertosusila sebagai kawasan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek, akan segera terhubung dengan moda transportasi massal yakni kereta. Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan peraturan presiden (perpres) untuk ini,” kata Eddy Paripurna.

Perpres dimaksud Wakil Bupati Pasuruan Periode 2008-2013 ini adalah Perpres 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Mengacu perpres serta kondisi kewilayahan yang ada, sambung Eddy Paripurna, akan ada dua jenis moda transportasi kereta, yakni mass rapid transit (MRT) untuk Gerbangkertosusila dan Light Rail Transit (LRT) untuk Surabaya. MRT di Gerbangkertosusila direncanakan menggunakan jalur rel darat dan LRT jaur rel layang.

MRT Gerbangkertosusila menjadi jalur utama dengan kereta berkapasitas angkut berjumlah mencapai dua ribuan penumpang per rangkaian. Sedangkan LRT Surabaya dengan kereta berjarak tempuh lebih pendek dan kapasitas angkut lebih sedikit, yakni antara 500-1.000 penumpang dalam satu rangkaian kereta.

“Jadi sistemnya seperti pohon. MRT Gerbangkertosusila adalah batang besarnya. Dan LRT adalah dahan atau rantingnya untuk keperluan mobilisasi penumpang dalam jarak yang lebih pendek lagi,” terang Eddy Paripurna yang juga Wakil Ketua Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Investasi untuk mendanai proyek MRT Gerbangkertosusila diperkirakan mencapai Rp 8,3 triliun. Sementara untuk LRT Surabaya Rp 15,36 triliun. (q cox, Pri)

Reply