Peristiwa

ITS Jadi Tuan Rumah Forum Internasional COMSATS, Bahas Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan

81
×

ITS Jadi Tuan Rumah Forum Internasional COMSATS, Bahas Teknologi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global dengan menjadi tuan rumah The 26th Meeting of Commission on Science and Technology for Sustainable Development in the South (COMSATS) Coordinating Council.

Pertemuan internasional yang mempertemukan delegasi dari 27 negara anggota tersebut berlangsung selama tiga hari mulai Senin (8/6) dan akan dilanjutkan dengan COMSATS–ITS Conference.

Melalui forum ini, para peserta mendiskusikan berbagai solusi berbasis sains dan teknologi guna mendukung pembangunan sosial ekonomi berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara berkembang yang tergabung dalam kelompok Global South. Tahun ini, forum mengangkat tema Emerging Technologies for Sustainable Development yang menyoroti peran teknologi mutakhir dalam menjawab berbagai tantangan global.

Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam jaringan COMSATS, kepercayaan yang diberikan kepada ITS untuk menjadi tuan rumah dinilai sebagai momentum strategis bagi Indonesia dalam memperkuat diplomasi sains di tingkat internasional.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. mengatakan bahwa keberadaan Centre of Excellence dalam jaringan COMSATS membuka peluang besar bagi ITS untuk memperluas kolaborasi riset dan pengembangan teknologi bersama berbagai negara anggota.

“Dengan integrasi teknologi yang mutakhir, kami tertarik untuk memperkuat potensi kolaborasi penelitian, saling berbagi ide sebagai solusi nyata bagi komunitas kita (Global South),” ujarnya.

Menurut Bambang, ekosistem riset yang selama ini dibangun ITS menjadi modal penting untuk terlibat aktif dalam pengembangan teknologi lintas negara yang aplikatif, berdampak, dan berkelanjutan. Ia optimistis kerja sama internasional tersebut dapat menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif COMSATS Dr. Mohammad Nafees Zakaria. Ia menilai investasi pada penelitian dan pengembangan merupakan faktor utama yang dapat mempercepat kemajuan negara-negara berkembang.

Nafees menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, nanoteknologi, hingga komputasi kuantum telah berlangsung sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Karena itu, ia mendorong negara-negara anggota COMSATS untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan teknologi dan berbagi solusi atas berbagai tantangan lokal. “Dengan demikian, negara-negara COMSATS dapat dengan cepat dan kolektif maju tanpa meninggalkan siapapun di belakang,” tegasnya.

Dukungan terhadap kolaborasi internasional tersebut juga datang dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat China (RRC) di Surabaya. Konsul Jenderal Ye Su menegaskan komitmen pihaknya untuk mendorong pertukaran talenta dan penguatan kerja sama riset antarnegara anggota COMSATS. “Sebagai perwakilan pemerintah, kami siap mendorong sinergi dari tingkat daerah hingga universitas untuk memperkuat ekosistem iptek antarnegara anggota COMSATS,” ungkapnya.

Selain membahas perkembangan teknologi terkini, sidang Coordinating Council juga menjadi forum evaluasi aktivitas organisasi selama periode 2024–2026. Berbagai capaian dari 25 pusat keunggulan (Centre of Excellence) dalam jaringan COMSATS turut dipresentasikan dalam pertemuan tersebut.

Forum ini juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk pengembangan laboratorium nanoteknologi berstandar internasional, program kendaraan listrik, serta penguatan mekanisme pendanaan melalui Endowment Fund guna mendukung keberlanjutan riset dan inovasi di negara anggota.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut melalui COMSATS–ITS Conference yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6). Konferensi tersebut juga akan menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Fauzan Adziman, sebagai salah satu pembicara utama.

Forum internasional ini turut dihadiri berbagai institusi riset dan perguruan tinggi dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin. Beberapa di antaranya adalah International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Universitas Karachi, Al-Farabi Kazakh National University, Tianjin Institute of Industrial Biotechnology, serta Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO).

Melalui penyelenggaraan forum ini, ITS berharap dapat memperkuat hilirisasi inovasi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi riset global yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi teknologi berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital, ketahanan energi, dan pembangunan yang lebih inklusif di berbagai negara berkembang. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *