Peristiwa

ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lahan Gambut

33
×

ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lahan Gambut

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan traktor perahu bertenaga listrik yang dirancang khusus untuk mendukung mekanisasi pertanian di lahan gambut. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah berlahan basah sekaligus menekan biaya operasional dan emisi karbon dibandingkan penggunaan traktor konvensional.

Traktor listrik yang dikembangkan melalui Science Techno Park (STP) Otomotif ITS itu telah menjalani uji coba dan menarik perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Kendaraan tersebut didesain menyerupai perahu sehingga mampu bergerak di atas lahan gambut tanpa mudah tenggelam.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan traktor tersebut dikembangkan sebagai solusi mekanisasi pertanian di lahan gambut yang selama ini sulit dijangkau alat pertanian konvensional.

“Harapannya memang bisa menjadi solusi mekanisasi pertanian, khususnya di lahan gambut yang sulit dijangkau alat-alat konvensional. Tentunya ini menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ujarnya usai melakukan uji coba traktor.

Menurut Bambang, penggunaan motor listrik dipilih karena mampu menghasilkan torsi besar dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mesin berbahan bakar fosil. Selain itu, teknologi tersebut juga mendukung pertanian rendah emisi.

“Motor listrik memiliki torsi yang besar sehingga hambatan di medan berat relatif dapat diatasi. Kami juga berharap biaya operasional lebih murah sekaligus mendukung pengurangan emisi,” katanya.

Ketua Klaster Inovasi Otomotif STP ITS Prof. Dr. Bambang Sudarmanta ST MT menjelaskan pengembangan traktor tersebut menggabungkan prinsip flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi agar mampu bekerja optimal di lahan basah.

Secara teknis, traktor menggunakan motor listrik berdaya 10 kilowatt (kW), sistem pemantauan baterai secara real time, pengontrol suhu, serta baterai berkapasitas 140 ampere hour (Ah). Dalam kondisi penuh, traktor mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam. “Jadi, berdasarkan hasil uji coba, secara matematis traktor ini diestimasikan mampu membajak lahan seluas satu hektare,” jelasnya.

Ia menambahkan, desain traktor lebih mengutamakan torsi daripada kecepatan sehingga sesuai untuk proses pembajakan. Bentuk menyerupai perahu juga membuat kendaraan lebih stabil saat beroperasi di lahan gambut yang memiliki kandungan air tinggi.

Dalam uji coba, tim masih menemukan sejumlah aspek yang akan disempurnakan, di antaranya penambahan power steering, penggantian sistem pemindah daya berbasis belt menjadi roda gigi atau rantai agar tidak terjadi selip, serta penyempurnaan sistem pendingin untuk menjaga performa motor listrik saat digunakan dalam waktu lama.

Bambang Pramujati mengatakan setelah proses pengujian oleh Kementerian Pertanian selesai dan tidak ada perbaikan signifikan, ITS menargetkan traktor tersebut dapat diproduksi tahun ini dan dipasarkan melalui e-katalog pemerintah. “Kalau pengujiannya bisa segera berjalan, insya Allah tahun ini bisa segera kami wujudkan. Setelah lolos pengujian, produk akan masuk e-katalog sehingga lebih mudah diakses,” terangnya.

Saat ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN) traktor listrik tersebut telah mencapai lebih dari 60 persen. Ke depan, tim peneliti ITS juga berencana mengembangkan sistem autonomous tractor agar kendaraan dapat beroperasi secara otomatis tanpa pengemudi.

Pengembangan traktor perahu listrik ini diharapkan menjadi solusi bagi peningkatan produktivitas pertanian di lahan gambut, khususnya di wilayah Kalimantan yang memiliki kawasan gambut cukup luas, sekaligus mendukung mekanisasi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *