Peristiwa

Ribbon of Hope 2026 Kembali Hadir, Edukasi Warga Surabaya tentang Deteksi Dini Kanker Payudara

70
×

Ribbon of Hope 2026 Kembali Hadir, Edukasi Warga Surabaya tentang Deteksi Dini Kanker Payudara

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara kembali dilakukan melalui kampanye Ribbon of Hope 2026 yang digagas mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra. Mengusung tema “Bersama SADARI (Periksa Payudara Sendiri)”, kampanye ini berhasil menjangkau dan mengedukasi ratusan warga Surabaya melalui berbagai kegiatan interaktif.

Kampanye yang telah berlangsung secara konsisten sejak 2009 tersebut hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai deteksi dini kanker payudara. Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa berupaya mengubah persepsi bahwa pembahasan mengenai kesehatan payudara merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.

Ketua Ribbon of Hope 2026, Ida Bagus Made Kesawa Telaga, menjelaskan bahwa program ini menyasar masyarakat usia 18 hingga 40 tahun yang dinilai perlu mendapatkan edukasi lebih luas mengenai pentingnya pemeriksaan payudara secara mandiri.

“Kampanye ini menyasar masyarakat Surabaya, khususnya kelompok usia 18–40 tahun, sebagai respons atas masih rendahnya pengetahuan dan kebiasaan melakukan deteksi dini kanker payudara,” ujarnya.

Rangkaian kampanye berlangsung pada 9–22 Mei 2026 di sejumlah ruang publik, antara lain Royal Plaza Surabaya, Jalan Tunjungan, Alun-Alun Sidoarjo, Car Free Day Taman Bungkul, hingga lingkungan kampus Universitas Kristen Petra. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi mengenai SADARI, tetapi juga mengajak masyarakat berdiskusi melalui media pembelajaran interaktif berupa interactive box.

Menurut Gusde, sekitar 300 warga berhasil dijangkau melalui kegiatan roadshow yang dilakukan di berbagai lokasi tersebut. Puncak kegiatan digelar pada 7 Juni 2026 di Transcape F2, Trans Icon Mall Surabaya.

Acara diawali dengan sesi “Bincang SADARI” yang menghadirkan dokter spesialis bedah payudara dari Rumah Sakit Onkologi Surabaya, dr. Sidharta Himawan Giri, Sp.B., FICS. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini serta langkah-langkah melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri.

Selain edukasi kesehatan, panitia juga mengemas kampanye dengan aktivitas yang lebih menarik dan dekat dengan generasi muda. Sebanyak 79 peserta mengikuti kegiatan Pound Fit, olahraga kardio menggunakan stik khusus atau ripstix yang dilakukan dengan gerakan berirama menyerupai menabuh drum.

“Lewat Ribbon of Hope, kami ingin membuktikan bahwa edukasi kanker payudara tidak melulu harus kaku seperti seminar searah, tapi bisa dikemas secara aktif dan energik. Ketukan ripstix di sini jadi simbolisasi untuk menyuarakan kepedulian secara lantang, sekaligus mengajak peserta membangun body awareness, esensi utama SADARI,” katanya.

Kegiatan lain yang turut menarik perhatian peserta adalah phone straps decoration, yakni aktivitas menghias gantungan telepon seluler dengan menyematkan pita berwarna merah muda sebagai simbol kepedulian terhadap kanker payudara.

Lebih dari sekadar tugas perkuliahan, Ribbon of Hope dinilai menjadi contoh bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan gerakan sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat. Sejak pertama kali digagas pada 2009, kampanye ini terus berkembang dan konsisten menyuarakan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui Ribbon of Hope 2026, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan SADARI sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sehingga risiko kanker payudara dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara lebih efektif. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *