Peristiwa

Tiga Dekade iCOP, UK Petra Perkuat Pemberdayaan Puluhan Desa Lewat KKN Internasional

103
×

Tiga Dekade iCOP, UK Petra Perkuat Pemberdayaan Puluhan Desa Lewat KKN Internasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Universitas Kristen (UK) Petra kembali menggelar International Community Outreach Program (iCOP) atau KKN Internasional yang tahun ini memasuki usia 30 tahun.

Selama tiga dekade, program pengabdian masyarakat tersebut telah menjangkau puluhan desa di berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari penguatan UMKM, pengembangan desa wisata, hingga penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UK Petra, Serli Wijaya, mengatakan iCOP dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga setiap program yang dijalankan diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan. “iCOP memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, puluhan desa telah merasakan manfaat program tersebut, mulai dari branding produk UMKM, penyusunan master plan desa wisata, pemasangan penerangan tenaga surya, instalasi air bersih, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis kopi dan perikanan.

Pada 2026, iCOP kembali dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto dengan mengusung tema “Transforming Society”. Program yang berlangsung pada 13 Juli hingga 7 Agustus ini melibatkan 124 peserta, terdiri atas 57 mahasiswa Indonesia dan 67 mahasiswa internasional dari sembilan perguruan tinggi. Mereka diterjunkan ke enam dusun untuk menjalankan program sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, peserta iCOP membantu pengembangan potensi kopi lokal melalui penguatan branding, desain kemasan, hingga pengelolaan media sosial. Mereka juga mengaktifkan Kafe Dilem sebagai basecamp pendakian Bukit Semar guna mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai “Desa Kopi”.

Sementara di Dusun Podorejo, program difokuskan pada pengelolaan sampah melalui peresmian Bank Sampah dan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Bersamaan dengan itu, Fakultas Kedokteran Gigi UK Petra juga memberikan layanan pemeriksaan gigi gratis bagi anak-anak setempat.

Menurut Serli, perjalanan iCOP selama 30 tahun tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik maupun penguatan ekonomi desa, tetapi juga membangun ruang pertukaran budaya antara masyarakat dan mahasiswa dari berbagai negara.

“Tiga dekade melangkah, iCOP membuktikan diri bukan sekadar program pengabdian biasa, melainkan jembatan lintas bangsa yang terus konsisten mentransformasi masyarakat (Transforming Society) dan membentuk generasi muda global yang berempati,” pungkasnya. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *