SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Kreator animasi Minilemon, Reno Halsamer, mengajak para orang tua memanfaatkan media animasi sebagai sarana membangun karakter positif anak sejak usia dini. Pesan tersebut disampaikan dalam talkshow bertajuk “Minilemon: Membangun Karakter Positif Anak Indonesia” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Indonesia di Atrium Ciputra World Surabaya, akhir pekan lalu
Kegiatan yang diselenggarakan Lions Club Surabaya Sejahtera tersebut menghadirkan pemutaran film animasi Minilemon, presentasi pendidikan karakter, hingga dialog mengenai perlindungan anak yang melibatkan akademisi, praktisi hukum, psikolog, sosiolog, serta komunitas pemerhati anak.
Dalam pemaparannya, Reno menegaskan bahwa Minilemon sejak awal dikembangkan bukan sekadar sebagai film animasi hiburan, melainkan sebagai media edukasi yang membantu orang tua menanamkan nilai-nilai positif kepada anak pada masa pertumbuhan atau golden age.
“Anak-anak perlu dibangun mindset-nya sejak dini agar mampu berteman, saling menghargai, mau mengalah ketika diperlukan, berani meminta maaf, dan memaafkan orang lain. Nilai-nilai seperti itu harus ditanamkan sejak kecil karena akan membentuk karakter mereka ketika dewasa,” ujarnya.
Menurut Reno, ide menghadirkan Minilemon berangkat dari keprihatinannya terhadap meningkatnya berbagai persoalan sosial, seperti intoleransi, perundungan (bullying), hingga menurunnya empati antarsesama. Karena itu, setiap karakter dalam Minilemon dirancang membawa pesan moral yang dapat diterima oleh seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang budaya maupun agama.
Ia menjelaskan, visual karakter Minilemon sengaja dibuat sederhana, ceria, dan mudah dikenali anak-anak agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara alami melalui cerita dan interaksi antar tokoh.
“Animasi menjadi media yang dekat dengan dunia anak. Lewat cerita yang ringan, mereka lebih mudah memahami nilai kejujuran, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.
Meski demikian, Reno menekankan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bergantung pada film animasi. Peran orang tua tetap menjadi faktor utama dalam mendampingi anak saat menikmati tayangan sekaligus melanjutkan diskusi mengenai pesan-pesan yang disampaikan.
“Minilemon tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua. Kami hanya memberikan pemantik melalui cerita. Setelah itu, orang tualah yang melanjutkan komunikasi sehingga nilai-nilai positif tersebut benar-benar dipahami anak,” jelasnya.
Sebagai pengembangan berikutnya, tim Minilemon juga tengah menyiapkan serial Bedtime Stories yang disusun berdasarkan berbagai latar belakang budaya dan agama. Program tersebut diharapkan dapat menjadi media bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan anak melalui kegiatan mendongeng sebelum tidur.
Sementara itu, Charter President Lions Club Surabaya Sejahtera, Tatik Effendi, SH, mengatakan peringatan Hari Anak Indonesia tahun ini sengaja dikemas dalam bentuk edukasi yang menyenangkan agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan dan pendidikan karakter anak.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, positif, dan penuh kasih sayang agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Selain pemutaran film Minilemon, kegiatan juga diisi dengan talkshow mengenai berbagai isu perlindungan anak. Materi yang dibahas meliputi kekerasan terhadap anak dari perspektif hukum, perlindungan anak di era disrupsi, cyberbullying dan jejak digital, penanganan trauma pascakekerasan, hingga perlindungan hukum bagi penyandang disabilitas.
Para peserta juga disuguhi berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Remo, paduan suara anak, angklung, penampilan penyanyi disabilitas, demonstrasi pembuatan kerajinan oleh warga binaan disabilitas mental, hingga sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Tatik, kolaborasi antara komunitas sosial, akademisi, praktisi, serta pelaku industri kreatif menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, Lions Club Surabaya Sejahtera berharap semakin banyak orang tua menyadari bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.
Sementara itu, Reno Halsamer berharap Minilemon dapat terus berkembang sebagai media edukasi yang mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, kejujuran, dan tanggung jawab kepada generasi muda melalui pendekatan animasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak. (feb, tama dini)












