Jatim Raya

Jiwanta Kenalkan Karakter Asli Teh Nusantara Lewat Artisan Tea Lokal

121
×

Jiwanta Kenalkan Karakter Asli Teh Nusantara Lewat Artisan Tea Lokal

Sebarkan artikel ini

MALANG (Suarapubliknews) ~ Di tengah tren minuman berbasis kopi yang terus berkembang, brand artisan tea Jiwanta hadir membawa misi memperkenalkan kekayaan karakter teh Nusantara kepada masyarakat. Mengusung teh premium dari berbagai pegunungan di Indonesia, Jiwanta tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga mengedukasi konsumen untuk menikmati teh sesuai karakter aslinya.

Founder dan CEO PT Cerita Ragam Nusantara, Fajar Alam Islami, mengatakan Jiwanta lahir pada 2020 berawal dari proyek bisnis semasa dirinya menempuh pendidikan di Binus University. Ide tersebut kemudian berkembang setelah mendapat pendampingan dari dosen dan mentor praktisi bisnis hingga akhirnya menjadi sebuah usaha yang terus dijalankan. “Awalnya Jiwanta itu berawal dari project kuliahan. Kemudian dimatangkan bersama mentor dari kampus, baik dari akademisi maupun CEO yang ditunjuk kampus. Dari situ akhirnya Jiwanta terus berkembang sampai sekarang,” ujarnya.

Menurut Fajar, inspirasi membangun Jiwanta juga berangkat dari pengalaman pribadinya yang harus berhenti mengonsumsi kopi akibat GERD. Saat beralih ke teh, ia justru menemukan pengalaman berbeda ketika mencicipi teh dari kawasan Gunung Lawu yang memiliki karakter rasa khas.

Pengalaman tersebut mendorongnya mempelajari berbagai jenis teh Indonesia. Ia pun menyadari bahwa setiap daerah memiliki karakter cita rasa yang berbeda, layaknya kopi spesialti. “Yang kami angkat adalah karakter asli tehnya, bukan sekadar blending. Setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Misalnya teh dari Gunung Lawu memiliki hint cocoa, Kerinci lebih pekat, sementara Parahyangan memiliki rasa manis alami,” jelasnya.

Nama Jiwanta, lanjut Fajar, berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “ketenangan dari hati”. Filosofi tersebut diharapkan dapat dirasakan setiap orang yang menikmati teh Jiwanta, baik saat bersantai maupun beraktivitas. Untuk menjaga kualitas, Jiwanta bekerja sama langsung dengan petani teh di berbagai daerah. Selain membeli hasil panen dengan harga yang lebih baik dibanding harga yang diterima petani dari tengkulak, perusahaan juga memberikan edukasi mengenai teknik pemetikan daun teh agar kualitas yang dihasilkan semakin optimal.

Di sisi lain, Fajar mengakui tantangan terbesar yang dihadapi bukan pada produksi, melainkan mengubah cara pandang masyarakat terhadap teh premium. “Tantangan terbesar kami adalah edukasi market. Kami ingin menunjukkan bahwa teh bukan cuma teh manis. Teh punya karakter, punya cerita, dan bisa dinikmati tanpa gula untuk merasakan esensi aslinya,” katanya.

Karena itu, selain memperluas kerja sama dengan sektor hotel dan bisnis (B2B), Jiwanta juga mulai menggencarkan kegiatan tea class sebagai sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal kekayaan cita rasa teh premium Indonesia. (feb, tama dini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *